ANDA BERTANYA, APOTEKER MENJAWAB
Diasuh oleh para Apoteker Dosen Fakultas Farmasi Universitas Andalas
Najmiatul Fitria, S.Farm, Apt.
Apoteker yang terhormat, saya adalah seorang penderita asma yag biasa mengkonsumsi obat dalam bentuk tablet. Beberapa waktu yang lalu saya berobat ke dokter, tapi ketika saya tebus ke apotek saya diberi obat asma inhalasi yang lain dari obat asma yang biasa saya pakai. Pihak apotek telah menjelaskan bagaimana cara memakainya, yaitu dengn cara di semprot ke mulut. Pada awalnya saya bisa melakukannya sendiri tapi baru dua hari, obatnya tidak bisa keluar padahal menurut pihak apotek obat tersebut bisa digunakan sampai 200 kali semprot. Apa yang sebaiknya saya lakukan? Apakah obat tersebut masih bisa saya pakai?(Rini, Padang)
Bu Rini yang terhormat, asma adalah penyakit yang ditandai dengan penyempitan saluran nafas, sehingga penderitanya merasa sesak. Obat asma inhalasi memungkinkan penghantaran obat langsung ke paru-paru dimana saja dan kapan saja. Untuk mencapai sasaran di paru-paru diperlukan ukuran partikel yang kecil sekitar 2-5 mikron. Salah satu teknologi paling umum untuk menghantarkan partikel obat yang diinhalasi ini adalah apa yang disebut dengan Metered-Dose Inhaler atau (MDI). Untuk menggunakan inhaler diperlukan keahlian untuk menggunakannya dengan benar. Bahkan perlu melakukan latihan beberapa kali agar dapat menggunakannya.
MDI adalah inhaler yang terdiri dari canister bertekanan tinggi yang berisi obat dengan dosis terukur. Dengan menekan bagian atas canister akan mengubah obat menjadi serbuk halus. Inhaler digunakan dengan cara mendekatkan bagian mulut canister (mouthpiece) ke mulut penderita asma. Penderita asma akan merasakan sejumlah kabut asap masuk melalui rongga mulutnya langsung ke paru-paru.
Cara menggunakan MDI ini adalah:
- Lepaskan penutup MDI dari bagian mulut (mouthpiece) lalu kocok inhaler 3-4 kali.
- Pegang inhaler sesuai gambar dengan bagian mulut berada di bawah.
- Keluarkan nafas perlahan-lahan dan letakkan mouth piece dalam mulut.
- Setelah mouth piece berada dalam mulut, pemakai harus merapatkan bibir. Tarik nafas perlahan-lahan melalui mulut.
- Tekan inhaler dengan kuat, sampai serbuk obat menyemprot ke luar. Tarik nafas.
- Tahan nafas ± 10 detik, baru kemudian keluarkan nafas secara perlahan
Bila masih memerlukan semprotan kedua, tunggu kira-kira satu menit lagi atau sudah lebih dari seminggu tidak menggunakan MDI, sangat disarankan untuk membuang satu dosis dengan cara menyemprotkan ke udara. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah MDI bekerja secara sempurna atau tidak. Kemudian tunggu sekitar 30 detik sebelum menyemprotkannya ke mulut.
Jika ternyata aktuator MDI tersumbat yang ditandai dengan hanya sedikit atau tidak ada obat yang keluar, cuci terlebih dulu aktuator. Lepaskan canister dari aktuator, kemudian cuci aktuator dengan air hangat yang mengalir dari bagian atas dan bagian bawah aktuator.
Menggunakan MDI dengan benar membutuhkan koordinasi dalam hal menekan canister dan menghisap obat. Teknik ini masih sering digunakan secara tidak benar oleh penderita asma sehingga perlu dilatih terus menerus. Namun hal ini juga dapat dikoreksi dengan penggunan spacer.
Spacer merupakan sebuah tube berukuran panjang 10-20 cm yang disambungkan ke inhaler. Spacer ini bertindak sebagai chamber pemegang yang menjaga agar obat tidak terbang ke udara. Melepaskan obat ke chamber tersebut memberikan para penderita asma untuk menghisapnya lebih perlahan. Spacer juga akan memperbaiki penghantaran partikel halus obat ke paru-paru hingga 22%, serta mengurangi jumlah obat yang tertinggal dibagian belakang tenggorokan dan lidah.
Pada penggunaan spacer, setelah obat disemprotkan ke dalam spacer setidaknya untuk memastikan bahwa semua obat yang disemprotkan akan terhisap ke paru-paru. Pada spacer, di ujung yangberdekatan dengan mulut terdapat katup yang menjaga agar obat tidak keluar dari spacer kecuali bila dihisap. Katup tersebut akan terbuka bila kita menghisap spacer.
Kadang penderita asma tidak sadar jika obat pada MDI nya sudah habis. Cara sederhana untuk mengetahui apakah masih ada sisa obat dalam canister adalah dengan cara menggoyangkan, mengapungkannya, atau dengan menggunakan MDI yang telah dilengkapi dengan penunjuk dosis (doser).
Selain memberitahu sisa obat (semprotan), doser juga memiliki manfaat antara lain: menampilkan dosis obat yang digunakan hari ini, mengingatkan penggunanya jika canister hamper kosong, dapat dipindahkan ke canister baru, dapat digunakan untuk pada hamper semua MDI.
Demikianlah penjelasan ini, semoga Bu Rini dapat memahaminya. Wassalam, Najmiatul Fitria, S.Farm, Apt.