Pemeriksaan Darah Ibu Hamil, Perlukah?

ANDA BERTANYA, APOTEKER MENJAWAB

Diasuh oleh para Apoteker Dosen Fakultas Farmasi Unand

Pemeriksaan Darah Ibu Hamil, Perlukah?

Pertanyaan:

Assalamualaikum, WW. Pak Apoteker, saya Vony umur 24 tahun,alamat di Tangkerang Selatan Pekan Baru. Sekarang ini saya sedang menunggu kelahiran putra pertama saya. Sebelumnya saya tidak pernah disarankan untuk pemeriksaan darah, apalagi pemeriksaan yang banyak jenisnya. Setelah konsultasi dengan pakar lain dari keahlian yang sama, saya diminta untuk melaksanakan pemeriksaan darah yang sangat banyak. Pemeriksaan yang diminta adalah: darah rutin yang meliputi: Hb, leukosit, laju endap darah, hitung jenis. Gambaran darah tepi, eritrosit, hematokrit, trombosit, rumple-leede, M.C.V, M.C.H.C, retikulosit, golongan darah, gula darah sewaktu, albumin, kreatinin,

kalsium, urin rutin, HbsAg dan Feritin. Saya jadi stres setelah saya diminta pemeriksaan darah yang sedemikian banyaknya. Apakah saya menderita suatu penyakit atau ada apa dengan kehamilan dan janin saya. Tolonglah pak jelaskan, saya panik dan takut melahirkan. Saya inginkan keturunan yang sehat, tetapi saya tidak hanya takut ditusuk untuk ambil darah, tetapi yang lebih mengkhawatirkan lagi ada apa dengan kehamilan saya. Lagi pula banyak teman yang mengatakan mereka juga tidak pernah diminta untuk pemeriksaan darah seperti itu. Emangnya ada apa dengan kehamilan saya. Saya semakin takut, dan takut Pak. Mohon maaf pertanyaannya terlalu panjang. Mohon jawaban Bapak segera untuk menghilangkan kegalauan saya. Trima kasih atas jawabannya.

Jawaban:

Ibu muda Vony yang lagi risau. Kami dapat memaklumi kegalauan Ibu. Seyogianya Ibu tetap dalam keadaan tenang dan bersemangat menunggu kelahiran si buah hati. Memang lumrah kalau seorang Ibu muda yang baru pertama kali hamil dag dig dug menjelang kelahiran pertama. Keinginan untuk memperoleh keturunan yang sehat tentu saja dambaan setiap keluarga. Pemeriksaan yang harus dilakukan adalah pemeriksaan fisik dan pemeriksaan darah. Pemeriksaan fisik meliputi: bobot badan, tekanan darah, tinggi perut (fundus), denyut jantung janin, udema atau bengkak pada kaki, ukuran dan letak janin. Peningkatan bobot badan ibu hamil yang normal adalah sekitar 0,5 kg per minggu atau 6,5 sampai 16 kg selama kehamilan. Bila lebih atau kurang dari itu ada kemungkinan masalah pada ibu hamil dan atau janinnya.  Tekanan darah ibu hamil perlu diketahui. Ibu hamil tidak boleh mempunyai tekanan darah sistolik melebihi dari 140 mmHg. Bila hal ini terjadi maka ada kemungkinan ia menderita hipertensi dalam kehamilan yang disebut preeklampsia atau eklampsia. Ketinggian fundus akan meningkat sesuai dengan usia kehamilan.  Denyut jantung janin yang normal adalah antara 120–160x/menit. Bila denyut jantung janin kurang atau lebih dari normal maka perlu tindakan tertentu. Bila tidak ada denyut jantung samasekali, maka kemungkinan besar janin sudah tidak bernyawa. Keadaan ini perlu dipastikan dengan pemeriksaan menggunakan alat USG. Pembengkakan pada kaki ibu hamil ada yang normal dan ada yang sebaliknya. Pemeriksaan ini perlu diperiksa secara berkala. Kadang-kadang ada hubungannya dengan keadaan preeklampsia. Pemeriksaan ukuran dan letak janin diperlukan untuk mengetahui apakah janin normal atau tidak serta letak yang normal, melintang atau sungsang. Perdarahan bila sedikit pada awal kehamilan mungkin normal atau sebaliknya. Begitu juga pada bagian akhir masa kehamilan. Keadaan yang tidak normal inilah yang sering terjadi. Adalagi pemeriksaan lain selain yang Ibu tanyakan di atas. Pemeriksaan tersebut antara lain adalah tes amniosintesis, golongan darah dan faktor Rhesus, pemeriksaan infeksi oleh virus-virus tertentu, dan lain-lain.

Pemeriksaan darah untuk ibu hamil memang diperlukan untuk mengetahui kesehatan Ibu. Ibu yang sehat tentu akan lebih memungkinkan melahirkan bayi yang sehat pula. Pemeriksaan memang diperlukan bila memang ada indikasi untuk itu.

Misalnya pemeriksaan Hb atau hemoglobin. Hb adalah pigmen pembawa zat asam (oksigen) yang ada di dalam butir darah merah. Bila seseorang kekurangan Hb tentu saja sel-sel dalam tubuhnya akan kekurangan oksigen. Begitu juga pada ibu hamil, bila ia kekurangan oksigen tidak saja kesehatannya akan terganggu, tetapi juga kesehatan janinnya akan sangat terganggu. Apalagi keadaan yang prima sangat diperlukan saat melahirkan kelak. Pemeriksaan perlu dilakukan bila ada gejala yang berhubungan dengan kekurangan Hb, atau ada kemungkinan penyakit yang dapat menyebabkan anemia. Sebetulnya dengan melihat kelopak mata saja, kita akan dapat melihat apakah seseorang mengalami kekurangan darah (anemia) atau tidak. Pemeriksaan cara ini tidak memberikan data yang tepat. Namun, bagi seorang petugas kesehatan atau pakar yang sudah berpengalaman banyak, mereka dapat memperkirakan apakah penderita menderita suatu penyakit atau kelainan perlu pemeriksaan lebih lanjut atau tidak. Di samping itu mereka dapat memperkirakan apakah penderita perlu atau tidak pemberian suplemen besi atau zat lain yang diperlukan dalam pembentukan butir darah merah. Untuk lebih tepatnya, memang diperlukan pemeriksaan Hb.

Pemeriksaan gula darah. Biasanya adalah pemeriksaan  atau test toleransi glukosa darah. Pengujian ini perlu untuk mengetahui apakah Ibu mengalami sakit gula atau tidak. Ibu hamil mungkin mengalami sakit gula atau diabetes mellitus gestasional. Ibu hamil berusia di atas 35 tahun, gemuk sekali, pernah mengalami sakit gula, atau pernah mengalami sakit gula pada masa kehamilan sebelumnya disarankan untuk melakukan pemeriksaan ini. Kalau memang positif diabetes, ia wajib  menjalankan  diet diabetes dan minum tablet antidiabet. Kalau kadar gula darah terlalu tinggi, mungkin Ibu perlu dirawat untuk diberikan suntikan insulin.

Hematokrit adalah persentase jumlah sel darah merah dalam darah. Hematokrit 26% berarti ada 26 mililiter sel darah merah dalam 100 mililiter darah. Rendahnya hematokrit berarti kurang darah atau anemia. Penyebabnya antara lain karena beberapa hal: trauma seperti luka, pembedahan, perdarahan dan kanker kolon; kekurangan zat gizi seperti zat besi, vitamin B12 dan asam folat; masalah tulang punggung atau hemoglobin yang tidak normal. Sedangkan bila hematokrit lebih tinggi mungkin terjadi pada perokok kronis atau hal yang normal untuk mereka  yang tinggal di daerah yang tinggi. Beberapa kasus lain yang mungkin menyebabkan hematokrit yang tinggi adalah pada penderita penyakit paru, tumor tertentu, gangguan tulang punggung, dan lain-lain. Pemeriksaan ini diperlukan bila ada hal-hal yang mencurigakan seperti yang dijelaskan di atas. Bila tidak ada, ya pemeriksaan ini tidak begitu penting.

Ibu Vony demikianlah beberapa pemeriksaan Ibu hamil yang dapat kami jelaskan. Tidak mungkin menguraikannya sekaligus dalam artikel ini. Bila memungkinkan pada artikel berikutnya akan kami jelaskan lebih lanjut. Semua pemeriksaan darah tersebut hanya diperlukan bila ada indikasi atau kemungkinan keadaan lain yang berhubungan dengan jenis pemeriksaan. Bila tidak ada indikasi ya tidak diperlukan. Kami memahami kekhawatiran Ibu tidak saja berhubungan dengan banyaknya jenis pemeriksaan, tetapi juga biaya pemeriksaan yang sangat mahal. Walaupun kemungkinannya kecil ada peluang terjadi komersialisasi pemeriksaan laboratorium. Karena itu, Ibu Vony tidak usah takut, khawatir atau menjadi panik. Bila ibu merasa tidak puas, anda bisa meminta nasehat pakar lain dari bidang yang sama, tanpa menyudutkan pakar yang sebelumnya. Jangan stress apalagi panik. Selamat menunggu kelahiran putra pertama dengan mantap, tanpa khawatir dan penuh semangat.

Bagi anda yang ingin menanyakan segala sesuatu tentang obat, makanan, NARKOBA dan kosmetik dapat menghubungi kami melalui SMS di nomor 082388287373. Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan masyarakat yang perlu dijawab, pembaca harap bersabar menunggu giliran. Prioritas jawaban ditujukan untuk penanya yang mencantumkan alamat lengkap, pertanyaan yang sesuai dengan kompetensi apoteker dan seberapa pentingnya pertanyaan yang diajukan terhadap kemaslahatan masyarakat. Tim pengasuh berhak memperbaiki pertanyaan untuk menghindari hal-hal yang dianggap kurang tepat seperti menyangkut kepentingan pemasaran produk obat dan lain lain. Untuk beberapa penanya mohon maaf tidak bisa dijawab, karena sebagian pertanyaan yang masuk tidak lengkap atau terpotong. Terima kasih, semoga bermanfaat. Dr. Muslim Suardi, MSi.,Apt.

Read 1211 times