“Maag” Tak Kunjung Sembuh

ANDA BERTANYA, APOTEKER MENJAWAB

Diasuh oleh para Apoteker Dosen Fakultas Farmasi Unand

“Maag” Tak Kunjung Sembuh

Pertanyaan:

Kakak tolong aku yah. Aku mau bertanya seputar maag yang tak kunjung sembuh-sembuh kak. Ini udah  sekitar 7 bulanan dan udah konsul ke beberapa dokter. Atas nama Arlin di Makassar.

Jawaban:

Saudara Arlin, yang anda maksudkan dengan maag dalam istilah medis biasanya disebut gastritis, hyper acidity, ulcus pepticum atau peptic ulcer. Dalam bahasa Indonesia disebut sebagai tukak lambung atau bisa juga kelebihan asam lambung. Secara umum tukak lambung terjadi pada saluran cerna yang biasanya dengan keadaan kelebihan asam lambung dengan gejala mual, ada rasa terbakar dan pedih. Pada penyakit ini biasanya terjadi penipisan lapisan yang melindungi dinding lambung terhadap asam lambung. Penipisan mukosa dinding lambung tersebut dapat terjadi hingga ketebalan tertentu, bahkan bisa terjadi perforasi (lobang) di dinding lambung. Tukak lambung sering terinfeksi oleh kuman kecil bersel satu yang termasuk ke dalam kelompok bakteri. Bakteri tersebut dapat hidup dan bertahan dalam lambung  dengan tingkat keasaman cairan lambung yang rendah. Karena saudara Arlin sudah diperiksa dan ditangani beberapa dokter, ini berarti kemungkinan besar diagnosa dan terapi yang diberikan sudah tepat.

Beberapa kemungkinan gagalnya pengobatan antara lain adalah karena ketidak patuhan pasien meminum obat. Bila penyakit tukak lambungnya disebabkan infeksi oleh kuman misalnya bakteri Helicobacter pylorus, maka perlu diberikan antibiotika tertentu dan mungkin berupa kombinasi dua antibakteri. Penggunaan obat ini harus tepat. Walaupun obatnya sudah tepat tetapi bila takaran, interval, frekuensi, saat pemberian dan lama pemberian obat tidak tepat, maka bisa saja terjadi kegagalan pengobatan. Penggunaan yang tidak tepat tidak hanya menyebabkan kegagalan pengobatan, tetapi juga dapat menimbulkan resistensi. Ini berarti kuman penyebab infeksinya telah kebal dan tidak bisa diobati lagi dengan antibiotika tersebut. Bila hal ini terjadi maka mungkin diperlukan obat dengan takaran yang leih tinggi atau antibiotika yang lebih kuat yang biasanya harganya lebih mahal.

Penggunaan obat-obat atau antibiotika tertentu bersamaan dengan obat lain dapat menurunkan efek obat. Sebagai contoh, hal ini bisa diakibatkan karena penggunaan obat bersamaan dengan obat lain yang menghambat, atau menghalangi penyerapan obat di saluran cerna. Bila penyerapan obat terganggu, tentu saja jumlah dan kecepatan obat masuk ke dalam darah akan berkurang atau menurun. Penurunan penyerapan obat akan dapat menurunkan efek obat sehingga pengobatannya bisa saja gagal. Obat-obat lain yang dapat menurunkan efek obat tersebut mungkin diberikan bersamaan dalam satu lembar resep atau juga obat lain yang dibeli sendiri secara bebas oleh pasien. Untuk menghindari yang pertama, biasanya apoteker di apotek dapat menasehatkan pasien untuk menggunakan obat secara tepat, misalnya dengan memberikan jeda waktu antara dua obat. Sedangkan yang kedua, sebaiknya pasien memberitahu dokter yang merawat atau apoteker yang menyerahkan obat mengenai obat-obat bebas lain yang diminum pasien atas inisiatif sendiri.

Kegagalan pengobatan juga dapat disebabkan oleh penggunaan obat yang tidak benar. Kami tidak tahu apakah obatnya ditebus di apotek atau di tempat lain yang tidak resmi. Tidak tertutup kemungkinan bila obat yang diminum substandar atau tidak memenuhi syarat mutu atau juga ada kemungkinan obat palsu. Obat-obat yang telah lewat masa kadaluwarsa juga berpeluang besar terjadinya kegagalan pengobatan. Untuk obat-obat tertentu yang kadaluwarsa tidak saja akan terjadi kegagalan terapi, tetapi malah terjadi keracunan, karena hasil urai obat yang terjadi bersifat racun. Bila hal ini yang terjadi maka tentu saja pengobatan yang diinginkan tidak akan tercapai dengan baik.

Saudara Arlin, dalam mengobati penyakit yang paling penting adalah mengobati penyebab penyakit. Banyak obat-obat tukak lambung yang hanya mengurangi gejala saja tanpa mengobati penyebab penyakitnya. Penyebab tukak lambung yang termasuk paling sering adalah infeksi oleh kuman Helicbacter pylori. Mintalah nasehat pakar yang sesuai. Masalah lain tidak kunjung sembuhnya penyakit “maag” yang anda derita bisa saja karena ketidaktepatan diagnosa. Ada beberapa penyakit yang gejalanya mirip dengan tukak lambung, sehingga dianggap tukak lambung. Penyakit tersebut antara lain gangguan atau infeksi hati, infeksi kelenjar pankreas, kanker lambung, batu empedu atau penyakit jantung tertentu. Bila salah anggap ini yang terjadi maka pengobatan akan sia-sia. Ada beberapa kasus penyakit hepatitis yang dianggap tukak lambung. Untuk beberapa lama pasien meminum obat-obat tukak lambung yang justru mungkin kontra indikasi dengan hepatitisnya, yang akhirnya jiwa pasien tidak tertolong lagi.

Penyakit “maag” dapat dicetuskan oleh beberapa faktor resiko. Faktor resiko tersebut antara lain adalah makanan, bumbu-bumbuan, makan tidak teratur, minum alkohol atau minuman tertentu lainnya, kebiasaan merokok, penggunaan obat-obat anti inflamasi steroid maupun non steroid. Pencetus tukak lambung bisa juga karena kelebihan asam lambung yang mungkin disebabkan oleh keadaan stress. Bila keadaan pasien selalu dalam keadaan tertekan, tentu saja tukak lambungnya susah untuk disembuhkan. Untuk itu upayakan hidup lebih santai, tenang dan bijak dalam menanggapi masalah. Keadaan akan lebih parah bila ada luka pada dinding lambung dan akan memperhebat keluhan pasien. Akibat yang paling berbahaya adalah terjadinya kebocoran atau perforasi lambung dan mengakibatkan perdarahan. Bila faktor resiko tersebut tidak dihindari, tentu saja penyakit tukak lambungnya susah disembuhkan. Untuk itu faktor resiko di atas perlu dan harus dihindari.

Saudara Arlin, demikianlah penjelasan kami semoga anda puas. Untuk beberapa hal lain terkait tukak lambung dapat dibaca dalam artikel Anda Bertanya Apoteker Menjawab. Silahkan mengunduh laman web Fakultas Farmasi Unand pada kolom berita yang sudah diunggah sebelumnya di Web Site Fakultas Farmasi Unand.

Rubrik ini diasuh oleh Apoteker. Bagi pembaca yang ingin menanyakan segala sesuatu tentang obat, makanan, NARKOBA dan kosmetik dapat menghubungi kami melalui SMS di nomor 082388287373. Pertanyaan akan dijawab dalam artikel yang diterbitkan oleh surat kabar Singgalang setiap hari Minggu. Artikel yang sudah diterbitkan akan diunggah dalam website Fakultas Farmasi Unand,ffarmasi.unand.ac.id. Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan masyarakat yang perlu dijawab, pembaca harap bersabar menunggu giliran. Prioritas jawaban ditujukan untuk penanya yang mencantumkan alamat lengkap dan seberapa pentingnya pertanyaan yang diajukan terhadap kemaslahatan masyarakat dan pertanyaan sesuai dengan kompetensi apoteker. Tim pengasuh berhak memperbaiki pertanyaan untuk menghindari hal-hal yang dianggap kurang tepat seperti menyangkut kepentingan pemasaran produk obat, makanan dll. Semua jawaban yang diberikan tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran konsultasi langsung apoteker dan atau dokter, serta tidak dapat diandalkan untuk menggantikan, memulai atau mengakhiri pengobatan. Pembaca dapat mengunduh semua artikel ABAM yang sudah pernah ditampilkan di Singgalang Minggu pada Web Site Fakultas Farmasi Unand, Padang. Terima kasih. Dr. Muslim Suardi, MSi., Apt.

Read 1251 times