Gatal Selangkangan, Salah Obat?

ANDA BERTANYA, APOTEKER MENJAWAB

Diasuh oleh para Apoteker Dosen Fakultas Farmasi Unand

Gatal Selangkangan, Salah Obat?

Pertanyaan:

Malam. Saya Gita dari Bandung. Alamat: Jl. Pasirkoja Gg xxx No. XXX Bandung. Mau nanya, saya sudah cukup lama mengalami gatal di selangkangan. Saya sudah mencoba menggunakan Salep Calendxxx. Tetapi tidak ada khasiat apa2. Masih tetap gatal dan seperti luka. Dan kalau digaruk keluar seperti bentol2 dan lama kelamaan keluar seperti cairan dan makin bertambah rasa gatalnya. Apakah ini gatal biasa atau berbahaya? Dan bagaimana obatnya? Terima kasih. 087825464XXX.

Jawaban:

Gita, rasa gatal yang anda rasakan di selangkangan hanyalah merupakan salah satu gejala penyakit. Banyak penyebab munculnya rasa gatal. Ada rasa gatal yang disebabkan karena alergi (kepekaan berlebihan terhadap suatu zat). Jangan mengambil kesimpulan bila ada rasa gatal, itu karena alergi. Banyak penyebab lainnya yang mungkin mencetuskan rasa gatal. Penyebab tersebut antara lain adalah infeksi parasit seperti skabies atau kudis bernanah yang gatal-gatalnya terutama pada malam hari, infeksi jamur, karena menderita penyakit gula dan lain-lain. Pemeriksaan yang teliti oleh pakar yang sesuai perlu dilakukan untuk menentukan penyebab penyakit. Lain penyebab penyakit sudah barang tentu lain pula obatnya. Kegagalan pengobatan masih sangat mungkin terjadi walaupun obatnya sudah tepat. Keadaan ini dapat terjadi bila takaran dan cara penggunaan obatnya tidak atau kurang tepat. Gatal selangkangan boleh jadi disebabkan infeksi jamur. Namun, tidak tertutup kemungkinan penyebab lain. Pengobatan penyakit jangan coba-coba. Kami tidak dapat memastikan apakah penyebab gatal yang anda derita disebabkan infeksi jamur. Penggunaan obat dengan coba-coba akan sangat sia-sia. Dari hasil pengobatan yang gagal hampir dapat dipastikan anda memang mengalami infeksi jamur bukan yang lain. Namun amat disayangkan perkiraan ini baru dapat dikemukakan setelah pengobatan yang gagal. Anda sudah lama menderita, penyakitnya semakin parah dan menghabiskan dana. Di samping itu tidak tertutup kemungkinan timbulnya masalah resistensi kuman atau masalah akibat samping obat yang tidak diinginkan. Bila terjadi infeksi campuran, maka penggunaan obat yang sudah dilakukan mungkin dapat mengurangkan gejala yang berhubungan dengan infeksi kuman pertama. Sementara infeksi oleh kuman lainnya misalnya jamurnya tidak terobati sama sekali. Infeksi oleh bakteri bisa saja terjadi karena perlukaan dan terpapar kuman  akibat garukan infeksi jamur. Infeksi yang terjadi seperti ini disebut sebagai infeksi sekunder.

Penyebab infeksi jamur bisa saja diakibatkan oleh satu atau lebih jenis jamur kulit. Infeksi dapat disebabkan oleh kuman lain yang ukurannya sangat kecil yang disebut bakteri ataupun parasit. Penyebab infeksi pun mungkin juga lebih dari satu kelompok kuman. Ada beberapa jenis jamur penyebab infeksi kulit. Kuman atau jamur yang berbeda tentu saja memerlukan terapi yang berbeda.

Obat yang sudah digunakan mengandung ekstrak tumbuhan bunga calendula. Obat ini diindikasikan untuk mengobati peradangan oleh infeksi bakteri dan virus. Ia dapat juga digunakan dalam pengobatan luka yang infeksi, luka tersayat atau tergores, jerawat, psoriasis, eksim, dan gigitan serangga. Walaupun ekstrak calendula ini sudah lama digunakan untuk berbagai pengobatan, namun pembuktian ilmiah untuk beberapa pengobatan masih diperlukan.

Dari uraian di atas, jelas obat yang Gita gunakan tidak sesuai untuk infeksi jamur. Baik bakteri, virus, maupun jamur ini sangat berbeda dalam semua sifatnya. Pengobatan untuk penyakit yang disebabkan oleh kuman tersebut tentu saja jauh berbeda. Pengobatan infeksi jamur menggunakan salep di atas jelas sangat tidak tepat. Ibaratnya membunuh ikan yang jauh di dasar lautan dengan menyemprotkan obat nyamuk ke udara. Jauh panggang dari api, demikian pepatah yang menggambarkan tindakan yang sia-sia dan pasti tidak akan berhasil.

Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab kegagalan pengobatan, termasuk pengobatan infeksi. Tidak saja infeksinya tidak bisa sembuh, tetapi juga obat-obat yang digunakan tidak mampu lagi membunuh kuman penyebab infeksinya. Penetapan penyebab penyakit yang tidak tepat sering mengakibatkan kegagalan terapi, terutama bila melakukan pengobatan sendiri. Bila penyebab penyakit tidak diketahui dengan tepat dan pasti, maka pengobatan suatu penyakit tidak akan pernah berlangsung dengan baik dan tuntas. Penyebab penyakit, harus ditetapkan melalui pemeriksaan yang teliti dan oleh ahli yang berkompeten. Hampir dapat dipastikan bahwa penetapan penyebab penyakit oleh orang yang bukan ahlinya tidak akan tepat. Penetapan penyakit yang tidak tepat, hampir tidak mungkin pemberian obat yang tepat. Akibatnya tentu saja akan berpeluang besar terjadinya kegagalan terapi. Jelaslah bahwa pengobatan tidak dapat dilakukan dengan coba-coba! Segeralah meminta nasehat dengan pakar yang berkompeten. Setelah itu nasehat Apoteker di apotek bagaimana menggunakan obatnya dengan benar dan tepat tetap diperlukan.

Infeksi jamur pada prinsipnya bisa diobati. Hanya saja pengobatannya harus tepat. Gatal yang Gita rasakan kemungkinan besar disebabkan oleh jamur. Penyakit ini tidak berbahaya, asal diobati dengan tepat. Bila pengobatan tidak tepat, maka ia akan semakin parah dan sulit bisa disembuhkan, bahkan sampai akhir hayat. Bagi anda yang ingin menanyakan segala sesuatu tentang obat, makanan, NARKOBA dan kosmetik dapat menghubungi kami melalui SMS di nomor 082388287373. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Dr. Muslim Suardi, MSi., Apt.

Read 172 times

Akademik Universitas

Administrasi Universitas

Kerjasama Universitas

Kemahasiswaan Universitas