Suplemen Herbal Pentingkah untuk Bumil

ANDA BERTANYA, APOTEKER MENJAWAB

Diasuh oleh para Apoteker Dosen Fakultas Farmasi Unand

Suplemen Herbal Pentingkah untuk Bumil?

Pertanyaan:

Nama saya Sumini, beralamat di Gresik. Saya mau tanya Pak. Saya sedang hamil 4 bulan dan setiap hari mengkonsumsi herbal minyak zaitun, sari kurma, madu dan minyak ikan. Dari semua herbal yang saya konsumsi apakah baik untuk saya dan janin dalam rahim saya? 087855826XXX.

Jawaban:

Bu Sumini di Gresik. Upaya Ibu untuk mencukupi zat gizi untuk ibu dan janin yang dikandung sangat tepat. Semua pasangan tentu saja menginginkan anak yang sehat dan cerdas. Namun untuk mencapai hal tersebut kita perlu berhati-hati. Ada kemungkinan manfaat yang didapat tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Tidak tertutup pula kemungkinan justeru memberikan efek yang tidak baik. Minyak zaitun adalah suatu minyak lemak yang diperoleh dari buah tanaman zaitun dengan nama Latin Olea europaea. Ia biasanya digunakan sebagai minyak makan, kosmetik, obat-obatan farmasi, sabun dan sebagai bahan bakar lampu tradisional. Minyak ini telah digunakan di seluruh dunia terutama di negara-negara mediterania terutama di Spanyol, Portugis, Itali dan Yunani. Hampir ¾ produksi minyak zaitun di dunia berasal dari negara-negara Eropah. Minyak zaitun mengandung ester trigliserida asam oleat, palmitat dan asam-asam lemak lainnya. Dalam jumlah kecil, ia juga mengandung skualen dan sterol, masing-masing kurang dari 1%; senyawaan fenol, vitamin E, omega-3 dan omega 6, dll. Minyak zaitun mempunyai khasiat dapat mengurangi penyakit penyumbatan pembuluh darah, penyakit jantung, dll. Dari kandungan minyak zaitun memang diperlukan untuk kecukupan zat gizi bagi janin. Namun masalah pemalsuan banyak dilakukan produsen dan pedagang. Penggunaan minyak zaitun sering dihubungkan dengan ritual keagamaan agama besar dunia seperti Islam, Kristen dan Yahudi. Di samping itu pemasaran yang membesar-besarkan pertimbangan keagamaan berpeluang menyebabkan harga yang mahal sehingga tidak sebanding dengan manfaat yang didapatkan. Buah kurma adalah buah tanaman dari kelompok palma yang nama latinnya Phoenix dactylifera L. Buah kurma adalah buah segar. Ia mengandung nutrisi tinggi tetapi berkalori sedang. Kurma segar mengandung gula komplek dan gula sederhana. Gula sederhana terdiri dari sukrosa (sama seperti gula pasir) dan monosakarida glukosa dan fruktosa. Kurma segar mengandung garam mineral seperti potassium, serat dan asam askorbat atau vitamin C yang cukup tinggi. Kadar vitamin C ini akan menurun dengan cepat atau akan habis sama sekali bila kurma dikeringkan, apalagi bila diolah dengan pemanasan. Kadar gula dalam kurma yang dikeringkan akan meningkat karena kandungan airnya banyak berkurang, akibatnya kurma akan terasa lebih manis. Kadar vitamin C kurma kering sangat rendah, karena terjadi pengrusakan selama proses pengeringan. Kandungan gula akan sangat tinggi bila kurma dibuat menjadi manisan kurma dengan penambahan gula seperti yang banyak ditemukan di Indonesia. Kadar gula yang sangat tinggi ini dimaksudkan tidak hanya untuk menambah rasa manis tetapi juga sebagai pengawet, sehingga manisan kurma dapat disimpan lebih lama dan diekspor ke negeri yang jauh, termasuk ke Indonesia. Jika mau mengikuti sunnah Rasulullah, upayakan untuk mendapatkan kurma segar, tidak dimasak dan tidak ditambah gula. Kenapa harus kurma segar? Kurma segar mengandung vitamin terutama vitamin C yang cukup tinggi dan gula, baik gula komplek atau karbohidrat maupun gula sederhana. Vitamin C sangat penting untuk mempertahankan daya tahan tubuh. Kenapa harus kurma? Apakah tidak boleh buah lain? Kurma segar memang buah-buahan dengan rasa cukup manis dan tidak terlalu masam, sehingga tidak bermasalah bagi sebagian besar orang. Namun hampir semua buah-buahan itu selain mengandung karbohidrat berupa gula sederhana seperti fruktosa dan glukosa, juga mengandung zat nutrisi lain seperti vitamin, potassium atau kalium. Fruktosa merupakan gula monosakarida yang dapat memberikan energi sama seperti glukosa. Kurma merupakan buah-buahan yang terdapat hampir di seluruh negeri Arab. Kurma segar dapat digantikan dengan buah-buahan yang ada di tanah air. Bagaimana pula dengan manisan kurma? Manisan kurma mengandung gula yang sengaja ditambahkan ke dalam kurma dalam jumlah sangat tinggi. Yang jelas dalam sunnah Nabi beliau tidak pernah menganjurkan berbuka dengan manisan kurma seperti yang sering kita lakukan di Indonesia. Mungkin juga pada zaman Nabi belum ada kurma yang diawetkan seperi manisan kurma. Dari tayangan stasiun televisi tertentu, kami mendapat info bahwa sari kurma dibuat dari “manisan kurma” yang telah dibuang bijinya dan dimasak beberapa jam. Bila hal ini benar, maka vitamin yang sudah rusak selama proses pembuatan manisan kurma akan betul-betul habis karena proses pemanasan. Dengan demikian kami tidak menganjurkan sari kurma dimanfaatkan untuk meningkatkan gizi makanan. Madu adalah cairan kental berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya. Rasa manis madu disebabkan oleh kandungan gula sederhana fruktosa dan glukosa. Karena kadar gula yang tinggi dan kandungan air yang rendah, maka kebanyakan kuman kecil susah untuk berkembang. Dalam jumlah kecil ia mengandung gula dan gula sederhana lainnya seperti maltosa; vitamin, mineral, senyawaan antioksidan, dll. Madu sudah digunakan sejak lama baik sebagai sebagai pemanis atau perasa, makanan dan minuman, maupun sebagai obat. Aroma madu dipengaruhi oleh sumber nektar bunga yang diambil lebah. Madu memang baik untuk kesehatan. Sama seperti minyak zaitun, madu sering dipalsukan oleh produsen atau pedagang. Komponen penyusun madu adalah air, gula sederhana yang meliputi frukosa, glukosa, maltosa, sukrosa; berbagai peptida; mineral seperti kalsium, fosfor, zat besi, magnesium dan mangan; vitamin seperti vitamin B1, B2, B5, B6, dan vitamin C; dan enzim diastase. Senyawaan yang ada dalam madu memang diperlukan janin untuk pertumbuhannya. Manfaat masing-masing komponen tersebut sudah dibahas dalam beberapa artikel ABAM terkait. Minyak ikan mengandung zat-zat gizi seperti vitamin A, vitamin D, asam alfa linolenat, dll. Ia memang cocok diberikan untuk ibu hamil. Di dalam tubuh, asam alfa linolenat dapat diubah menjadi DHA. DHA merupakan senyawaan utama sebagai penyusun syaraf, bibit dan alat kelamin laki-laki, dan bagian mata. Sehingga ia membantu perkembangan otak dan mata bayi. Minyak ikan juga membantu menghindari kelahiran dini, bobot bayi rendah, dan keguguran. Minyak ikan juga baik diberikan untuk ibu menyusui. Karena mengandung vitamin yang tidak larut air, maka takaran yag diberikan harus sesuai tidak boleh melebihi. Takaran berlebih dapat menyebabkan Vitamin A dan Vitamin D menumpuk dalam tubuh. Keadaan ini tidak baik bagi kesehatan. Di samping itu sumber minyak ikan harus memenuhi syarat mutu. Ia harus bebas dari kandungan air raksa. Untuk itu Ibu perlu meneliti minyak ikan yang akan dikonsumsi. Belilah sediaan minyak ikan yang diproduksi oleh industri farmasi yang memiliki izin produksi yang jelas dan memenuhi syarat. Bu Sumini, semua suplemen herbal tersebut kecuali sari kurma di atas baik untuk kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya. Sari kurma sudah hampir tidak mengandung vitamin lagi. Lebih baik mengkonsumsi kurma segar. Bila tidak ditemukan kurma segar, lebih baik mengkonsumsi buah-buahan lain yang segar. Ibu dinasehatkan untuk mengkonsumsi makanan yang cukup, bergizi dan seimbang. Dan yang perlu diingat bahwa jangan mengkonsumsi makanan maupun suplemen secara berlebihan. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Dr. Muslim Suardi, MSi., Apt.

Read 691 times

Akademik Universitas

Administrasi Universitas

Kerjasama Universitas

Kemahasiswaan Universitas