Ujian Praktikum Mata Kuliah Farmasi Praktis II menggunakan metode Objective Structured Clinical Examination (OSCE)

04 Desember 2019

Universitas Andalas- Sebanyak 146 Mahasiswa Angkatan 2016 mengikuti Ujian Praktikum Mata Kuliah Farmasi Praktis II menggunakan metode Objective Structured Clinical Examination (OSCE) yang dilangsungkan pada hari Rabu (4 Desember 2019). OSCE merupakan suatu metode menguji kompetensi klinik dalam bentuk putaran station dengan waktu tertentu. Ujian dengan metode OSCE disiapkan menjadi salah satu syarat kelulusan Apoteker secara Nasional.

Pada ujian Praktikum ini, setiap mahasiswa diberikan 3 kasus yang berhubungan dengan pengkajian dan penyiapan resep obat. Setiap kasus diselesaikan dalam 10 menit pada 3 station yang berbeda. Pada ujian OSCE yang sebenarnya, terdapat 10 station termasuk 1 station istirahat. Sedangkan ujian praktikum ini masih berupa simulasi sehingga di ambil 3 station saja untuk ujian.

Pada menit pertama, kandidat dipersilahkan untuk membaca soal yang ada di pintu. Setelah itu, kandidat dipersilahkan untuk masuk ruang ujian/station dan menyelesaikan kasus tersebut pada 9 menit berikutnya. Di dalam station terdapat alat dan bahan yang mendukung penyelesaian kasus serta satu orang penguji akan menilai kemampuan kandidat. Ujian praktikum ini dibuat semirip mungkin dengan suasana OSCE sesungguhnya yang penggunaan soundsystem dan alarm khas OSCE.

Pada Jam 07.30 mahasiswa sudah mulai dikarantina dan diminta untuk menyimpan tas serta Handphone dan tepat pukul 08.00 ujian di mulai. Ujian dilaksanakan secara paralel pada 9 station karena jumlah mahasiswa yang cukup banyak.

“Ujian dengan metode OSCE sangat banyak manfaatnya untuk mahasiswa kita, mereka dapat secara langsung mempraktikan pekerjaan kefarmasian sehingga ilmu yang diajarkan lebih cepat dipahami”, ungkap salah satu penguji ujian praktikum. Sedangkan mahasiswa mengungkapkan "Pelaksanaan ujian praktikum ini berkesan untuk kami mahasiswa S1, karena baru mencoba dan kami mulai mengenal bagaimana ujian OSCE yang akan kami hadapi ketika mengambil studi profesi apoteker kelak"

Read 36 times Last modified on Kamis, 30 Januari 2020 00:44