“Perlukah Obat dan Vitamin untuk Ibu Hamil???”

ANDA BERTANYA, APOTEKER MENJAWAB

Diasuh oleh para Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Andalas

“Perlukah Obat dan Vitamin untuk Ibu Hamil???”

Pertanyaan:

Assalamualaikum ww. Pak Muslim Suardi, Apoteker yang  terhormat.  Saya Ibu Muda umur 29 tahun sedang hamil 1 bulan. Anak ke dua. Saat ini belum ada rasa mual-mual. Selera makan masih sangat  baik. Saat ini saya hanya mengkonsumsi susu untuk ibu hamil  saja. Karena waktu saya periksa saya masih mau makan.  Maka hanya disarankan minum susu saja, tanpa di kasih obat atau vitamin. Apakah benar Pak? Karena  kondisi saya saat ini baik-baik saja tanpa ada keluhan pusing atau mual. Menurut  Bapak bagaimana? Apakah itu tindakan yang benar pada awal kehamilan  tanpa minum obat atau vitamin cukup  minum susu untuk ibu hamil saja. Mohon saran dan petunjuknya. Terima kasih.

Jawab:

Bu Muda, semua kita harus mengkonsumsi makanan yang baik dan bergizi. Apalagi ibu hamil, kebutuhan akan zat-zat gizi lebih tinggi atau meningkat dibandingkan wanita yang tidak hamil. Hal tersebut dikarenakan zat-zat gizi tidak hanya dibutuhkan untuk kelangsungan hidup dan kesehatan ibu tetapi juga untuk tumbuh kembang janin dalam kandungan. Dari dulu lagi kita sudah paham betul apa yang dimaksud 4 sehat 5 sempurna.

Makanan harus mengandung zat gizi yang tidak hanya cukup tetapi harus seimbang. Karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral harus sesuai baik jenis maupun jumlahnya. Yang sering terjadi di masyarakat adalah kekurangan protein dan vitamin, tetapi berlebih dalam mengkonsumsi lemak dan karbohidrat.

Karbohidrat merupakan senyawaan organik yang berperan sebagai sumber energi utama bagi tubuh. Kebanyakan karbohidrat merupakan polimer yang terdiri dari molekul gula yang terangkai membentuk rantai yang panjang serta dapat pula bercabang-cabang. Karena itu karbohidrat disebut juga sebagai polisakarida misalnya pati. Pati pada akhirnya akan dipecah menjadi gula sederhana seperti glukosa, dan fruktosa. Gula sederhana atau monosakarida inilah yang akan diubah menjadi energi. Sumber karbohidrat antara lain biji-bijian seperti beras, jagung, kacang hijau, gandum; ubi-ubian seperti ubi jalar, ubi kayu, dan kentang; sagu dan lain-lain. Umumnya masyarakat kita berlebih dalam mengkonsumsi karbohidrat ini. Perhatikanlah makanan pokok kita umumnya jumlah nasi lebih banyak dibandingkan dengan sumber protein seperti daging, ikan, susu dan zat gizi lainnya. Di samping itu makanan ringan dan cemilan termasuk minuman banyak yang mengandung karbo.

Protein merupakan senyawa organik yang disusun oleh asam amino. Asam amino ini sangat penting baik untuk proses metabolisme maupun untuk pertumbuhan tubuh. Asam amino pada akhirnya juga dapat diubah menjadi energi dan lemak.

Lemak merupakan senyawaan yang umumnya terdiri dari trigliserida asam lemak. Lemak juga dapat diubah menjadi energi. Di samping itu lemak sangat diperlukan untuk proses penyerapan zat gizi tertentu di dalam saluran cerna.

Vitamin adalah senyawaan organik yang sangat diperlukan oleh tubuh dalam jumlah kecil. Ia berperan dalam tumbuh kembang yang normal, mempertahankan kesehatan dan pencegahan penyakit. Zat ini juga membantu dalam proses metabolisme protein, karbohidrat dan lemak dalam tubuh. Vitamin tertentu berperan pula dalam menghasilkan sel-sel darah dan hormon. Karena termasuk zat yang dibutuhkan dalam jumlah kecil maka vitamin biasanya disebut sebagai mikronutrien. Secara garis besar vitamin dibagi atas dua kelompok, yakni yang larut atau mudah larut dalam air dan tidak atau sukar larut dalam air. Vitamin yang larut air sukar menumpuk dalam tubuh karena sifat kelarutannya yang tinggi dalam air, ia dapat dikeluarkan dari tubuh dengan mudah bila berlebih. Dengan demikian cukup aman dikonsumsi. Namun perlu diingat walaupun larut air tetapi kalau diberikan dalam dosis tinggi dan jangka lama tetap saja ada efek yang tidak diinginkan. Vitamin yang larut air antara lain adalah Vitamin C, dan Vitamin B.  Yang termasuk vitamin B antara lain adalah vitamin B1 (aneurine HCl), Vitamin B2, Vitamin B3, Vitamin B6, Vitamin B9, Vitamin B12. Sedangkan yang termasuk vitamin yang tidak larut air adalah Vitamin A, Vitamin D, Vitamin E dan Vitamin K. Vitamin golongan ini sukar atau tidak larut air dan lebih mudah larut dalam lemak. Karena sifat larut lemaknya ini vitamin tersebut sukar dikeluarkan dari dalam tubuh. Akibatnya bila diberikan dalam dosis tinggi dan dalam jangka lama, maka bukan tidak mungkin akan terjadi penumpukan dan akhirnya dapat menimbulkan keracunan. Untuk itu pemberian vitamin ini untuk ibu hamil sebaiknya mendapat pengawasan tenaga kesehatan yang berwenang yakni dokter dan atau apoteker. Untuk ibu hamil karena tidak saja dapat berpengaruh terhadap si ibu, tetapi yang lebih tinggi resikonya adalah terhadap janin.  Vitamin banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayuran segar. Di samping itu ditemukan juga dalam berbagai bahan makanan lainnya.

Vitamin A berfungsi sebagai pertahanan terhadap penyakit, pertumbuhan tulang, memperbaiki struktur kulit dan mencegah rabun senja. Vitamin D penting dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi serta membantu penyerapan kalsium dalam saluran cerna. Vitamin E diperlukan untuk peremajaan sel-sel kulit, dan berperan dalam mencegah berbagai penyakit terutama masalah proses penuaan. Vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah. Semua vitamin tersebut di atas bersifat larut lemak. Bila diminum dalam takaran dan lama penggunaan yang berlebihan vitamin A,D, E, dan K ini berpotensi menumpuk di dalam tubuh.

Vitamin C membantu mempercepat penyembuhan luka, pembentukan tulang dan gigi, mempertahankan sistem kekebalan tubuh dan berperan pula dalam penyerapan zat besi di dalam saluran cerna. Berbagai vitamin B  penting dalam proses metabolisme di dalam tubuh, berperan dalam pencernaan dan membangkitkan selera makan, diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Asam folat termasuk ke dalam kelompok vitamin B yang berfungsi dalam pembentukan sel baru termasuk sel syaraf dan darah merah. Setiap orang membutuhkannya. Bagi wanita yang akan hamil, apalagi sedang hamil asam folat sangat penting. Jika seorang wanita yang akan hamil memiliki cukup asam folat di dalam tubuhnya, maka jika dia hamil hal ini dapat mencegah terjadinya gangguan otak dan sumsum tulang belakang pada janin. Untuk mencegah gangguan yang  dikenal dengan istilah neural tube defects ini seorang wanita membutuhkan asam folat setiap hari, dimulai sejak sebelum hamil.

Bu, semua zat gizi yang diperlukan ibu hamil terdapat dalam jumlah yang cukup dalam berbagai sumber makanan. Hanya saja kebutuhan untuk ibu hamil dan menyusui lebih tinggi dibandingkan wanita pada umumnya.  Bagi Ibu-Ibu hamil yang tidak bermasalah misalnya tidak mengalami mual, muntah dan muntah yang berlebihan sebetulnya tidak perlu asupan tambahan asal jenis dan jumlah zat gizi yang dikonsumsi mencukupi. Apalagi pemberian obat tidak diperlukan sama sekali bila tidak ada indikasi untuk itu. Mengenai konsumsi susu bagi Ibu hamil sangat dianjurkan. Air susu mengandung zat gizi yang sangat lengkap. Buktinya bayi yang baru lahir bila diberi ASI yang cukup sampai enam bulan (ASI eksklusif) bayi dapat tumbuh kembang dengan sehat. Bila ibu hamil mengkonsumsi zat gizi dalam jumlah dan jenis yang sesuai apalagi ditambah dengan segelas susu tentu akan lebih baik. Sangat tepat kiranya semboyan lama. “Empat sehat, lima sempurna”. Ibu jangan takut akan kekurangan zat gizi, kecuali ada masalah kesehatan lain. Air susu yang diminum oleh ibu hamil sebaiknya air susu (susu sapi) segar yang baru diperas. Hati-hati juga dengan kebersihan air susu segar tersebut. Jangan mengkonsumsi air susu sapi yang sudah ditambah formalin misalnya. Air susu sapi segar harus dimasak sedemikian rupa, dengan suhu yang tidak terlalu tinggi dan tidak lama-lama. Jika tidak demikian, maka zat gizi karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral yang sangat lengkap. Hati-hati juga meminum air susu formula. Hindari susu formula yang mengandung pengawet atau zat warna tertentu. Pastikan susu formula yang dibeli tidak mengandung melanin. Melanin merupakan senyawa amin yang kaya dengan unsur nitrogen (N), unsur penting dalam protein atau susu. Melanin tidak saja tidak mengandung zat gizi sama sekali, tetapi juga sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Apa yang sudah terjadi di Cina, jangan sampai terjadi pula di Indonesia. Tindakan produsen susu di Cina sangat keji dengan menambahkan melanin ke dalam produk susu mereka dengan kedok penipuan, seolah-olah susu formula buatan mereka sangat kaya dengan protein. Di samping itu, ibu hamil maupun konsumen lainnya harus teliti memeriksa batas kadaluwarsa susu yang akan dibeli.

Bu, anda tidak perlu khawatir. Saran yang diberikan oleh pakar sudah sangat tepat. Ibu patut bersyukur tidak mengalami keluhan apa-apa seperti mual, pusing atau muntah. Ibu hanya perlu memperhatikan: jenis dan jumlah makanan, kebersihan dan keamanan bahan makanan yang akan dikonsumsi. Jadi, bila Ibu sudah mengkonsumsi makanan dengan jumlah dan jenis yang seimbang ditambah lagi dengan minimal 1 gelas susu, itu sudah cukup. Tidak perlu lagi mengkonsumsi vitamin dan mineral tambahan.

Bagi pembaca yang ingin menanyakan segala sesuatu tentang obat, makanan dan kosmetik dapat menghubungi kami melalui SMS di nomor 081363497648. Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan masyarakat yang perlu dijawab, pembaca harap bersabar menunggu giliran. Prioritas jawaban ditujukan untuk penanya yang mencantumkan alamat lengkap dan seberapa pentingnya pertanyaan yang diajukan terhadap kemaslahatan masyarakat. Tim pengasuh berhak memperbaiki pertanyaan untuk menghindari hal-hal yang dianggap kurang tepat seperti menyangkut kepentingan pemasaran produk obat dll. Pembaca dapat mengunduh semua artikel ABAM yang sudah pernah ditampilkan di Singgalang Minggu pada Web Site Fakultas Farmasi Unand: ffarmasi.unand.ac.id. Terima kasih. Dr. Muslim Suardi, MSi., Apt.

Read 1829 times