07 Juni 2018

Padang 07 Juni 2018 (UNAND) - Fakultas Farmasi universitas Andalas akan menyelenggarakan International Conference on Contemporary Science and Clinical Pharmacy (ICCSCP) 2018 dengan tema "Search for a Better Quality Life" acara ini diselenggarakan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas (UNAND) dan bekerja sama dengan Deutscher Akademischer Austauschdienst German Academic Exchange Service (DAAD Germany). Acara akan diselenggarakan pada tanggal 5 - 6 July 2018 yang bertempat di Grand Ina Hotel Padang,

Conference kaliini akan fokus pada empat aspek "1. Zero Hunger (SDG 2): to end hunger, achieve food security and improve nutrition and promote sustainable agricultur, 2. Good Health and Well-Being (SDG 3): to ensure healthy lives and promote well-being for all at all ages, 3. Life Below Water (SDG 14): to conserve and sustainably use oceans, seas and marine resources for development, 4. Life on Land (SDGs 15): to protect, restore and promote sustainable use of terrestrial ecosystem, sustainably manage forests, combat desertification, and halt and reserve land degradation and halt biodiversity loss."

Juga turut mengundang pembicara dari dalam dan luar negeri seperti Prof.Dr. Intan Ahmad Ministry of Indonesian Research Technology and Higher Education, Indonesia, Prof. Dr. Burkhard Kleuser dari University of Postdam Germany, Prof. Dr. Gunther Weindl dari Freie Universität Berlin, Germany; Prof. Zaheer Ud-In Babar dari University of Huddersfield, England, Prof Taifo Mahmud dari Oregon State University, USA, Dr. Mouhssin Oufir dari University of Basel, Switzerland, Prof. Edi Meiyanto dari Gadjah Mada University, Indonesia, Prof. DR. Dayar Arbain, APt dan Prof. Dr. Elfi Sahlan Ben, Apt dari Andalas University, Indonesia.

Conference kaliini mengajak Alumni DAAD, Peneliti, Akademisi dari Universitas dan Institusi, Praktisi Kesehatan, Penanggungjawab bidang kesehatan, dan Mahasiswa, baik dilingkungan Universitas Andalas maupun Instansi lain diluar Universitas Andalas untuk ikut perpartisipasi, makalah yang telah dipresentasi akan dimuat dalam jurnal internasional yang terindeks SCOPUS dan DOAJ. Untuk informasi lebih lanjut, bisa kunjungi :

http://iccscp.ffarmasi.unand.ac.id/

Download Brochure

 

 

 

13 April 2018

Padang 13 April 2018 (UNAND) - PT Kimia Farma kembali mengadakan rekrutment tenaga apoteker di Fakultas Farmasi Universitas Andalas, rekrutmen merupakan salah satu bentuk kerjasama Fakultas Farmasi UNAND dengan Pt. Kimia Farma Tbk.

Selain lulusan apoteker rekrutment kali ini juga di ikuti oleh lulusan Ekonomi, Hukum, dan Teknik Informatika dengan total peserta terdaftar sebanyak 91 orang. Seleksi diadakan pada tanggal 13 April 2018 bertempat di Gedung Fakultas Farmasi UNAND lantai 3 yang di mulai pada pukul 08.00 wib. 

Pada tahap awal diadakan seleksi administrasi dan pemberkasan , jika memenuhi persyaratan akan dapat melanjutkan ke wawancara tahap 1. Peserta yang lulus pada tahap wawancara akan diberikan undangan untuk mengikuti seleksi tahap II Psikotes yang akan dilaksanakan pada sabtu 14 april 2018 di Apotek Kimia Farma Pelengkap No.11 RSUP dr. M. Jl. Perintis Kemerdekaan No.24 Padang. 

06 Maret 2018

Padang (Unand) – Lulusan Apoteker diharapkan langsung mengabdikan diri kepada masyarakat. Karena Apoteker merupakan tulang punggung dalam sebuah pelayanan kesehatan. Sering kali dalam beberapa kasus penanganan kesehatan, apoteker berperan di awal dalam penyelesaian persoalan kesehatan. Hal ini disampaikan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PPIAI) Drs. Saleh Rustandi, Apt pada Pengambilan Sumpah Apoteker Universitas Andalas Angkatan 1 tahun 2017 pada Selasa (6/3) di Convention Hall Unand Kampus Limau Manis Padang.

Lebih lanjut ia menjelaskan dewasa ini bidang farmasi/apoteker masih menghadapi 3 persoalan besar dalam bidang kesehatan yakni masih tingginya penyakit infeksi, penyakit tidak menular, dan penyakit yg sudah hilang muncul lagi. Hal ini tentu menjadi persoalan yang memerlukan pemikiran dan pemecahan bersama. Bagaimana seorang apoteker berusaha melakukan tindakan promotif dan preventif dalam mengajak masyarakat untuk hidup sehat.

Pada kesempatan tersebut ia juga menyampaikan apresiasi kepada Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) dan seluruh civitas akademika Fakultas Farmasi Universitas Andalas yang terus melalukan peningkatan mutu lulusan apoteker. Hal ini dibuktikan dari program studi yang telah terakreditasi A dan program perkuliahan yang telah diatur sedemikian rapi. Kemajuan farmasi di Indonesia juga merupakan tanggung jawab Fakultas Farmasi Unand. 

“Jangan persempit pekerjaan apoteker hanya sebatas pada bidang pelayanan kesehatan, tetapi banyak bidang pekerjaan lainnya yang juga membutuhkan tenaga apoteker”tambahnya. 

Sementara itu,  Ketua PSPA Unand, Syofyan, S.Si, M. Farm, Apt, menyebutkan  106  apoteker yang diambil sumpahnya hari ini terdiri dari 104 orang berasal dari angkatan 1 tahun 2017 dan 2 orang dari angkatan III tahun 2016.  Selain itu ia menjelaskan sistem pendidikan di PSPA Unand secara umum terbagi dua tahap yaitu tahap pendidikan di kampus selama 1 semester dan tahap praktek profesi diluar kampus selama 1 semester.  Untuk peningkatan pengetahuan mahasiswa secara rutin dilaksanakan kuliah umum dengan menghadirkan dosen tamu di kampus-kampus ternama di Indonesia juga dosen dari luar negeri yang membahas isu-isu terbaru berkaitan dengan Kefarmasian. 

PSPA Unand juga memiliki Forum Galenika yang merupakan forum diskusi minimal 1 kali sebulan yang diadakan untuk membahas isu-isu aktual (update) sesuai perkembangan IPTEK Kefarmasian termasuk masalah regulasi dan lainnya.  Selain itu, PSPA juga secara konsisten melaksanakan Pekan Aksi Promotif Kefamasian sebagai pengamalan Tridarma Perguruan Tinggi.

Ia menambahkan 106 apoteker yang telah dilantik tentunya telah mengikuti Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia dengan metode Computer Based Test (CBT). 

Sementara itu, Rektor Universitas Andalas melalui Wakil Rektor I Unand, Prof. Dr. Dachriyanus, Apt. menyampaikan selamat kepada seluruh lulusan apoteker yang baru saja dilantik dan kepada orang tua yang telah menemani serta memberikan seluruh perhatian dan cintak kasih sehingga para lulusan berada pada pencapaian saat ini.

Lebih lanjut ia menjelaskan melihat capaian akreditasi PSPA dan akreditasi Universitas Andalas yang juga telah A sudah seharusnya lulusan apoteker Unand banyak yang lulus dengan predikat pujian (cum laude). Mengingat pemerintah saat ini menyediakan jalur khusus penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk lulusan cum laude yang kuotanya 30 %. Jika lulusan Unand sedikit yang caumlaude, tentu peluang ini tidak dapat kita raih. Hal ini tentu perlu kita carikan solusinya, apakah ada yang salah dengan dosen atau mahasiswanya.

“Kepada lulusan agar dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dan mengabdikan diri untuk kemajuan kesehatan masyarakat dan bangsa Indonesia”tutupnya.

 

 

sumber : disini