06 Maret 2018

Padang (Unand) – Lulusan Apoteker diharapkan langsung mengabdikan diri kepada masyarakat. Karena Apoteker merupakan tulang punggung dalam sebuah pelayanan kesehatan. Sering kali dalam beberapa kasus penanganan kesehatan, apoteker berperan di awal dalam penyelesaian persoalan kesehatan. Hal ini disampaikan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PPIAI) Drs. Saleh Rustandi, Apt pada Pengambilan Sumpah Apoteker Universitas Andalas Angkatan 1 tahun 2017 pada Selasa (6/3) di Convention Hall Unand Kampus Limau Manis Padang.

Lebih lanjut ia menjelaskan dewasa ini bidang farmasi/apoteker masih menghadapi 3 persoalan besar dalam bidang kesehatan yakni masih tingginya penyakit infeksi, penyakit tidak menular, dan penyakit yg sudah hilang muncul lagi. Hal ini tentu menjadi persoalan yang memerlukan pemikiran dan pemecahan bersama. Bagaimana seorang apoteker berusaha melakukan tindakan promotif dan preventif dalam mengajak masyarakat untuk hidup sehat.

Pada kesempatan tersebut ia juga menyampaikan apresiasi kepada Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) dan seluruh civitas akademika Fakultas Farmasi Universitas Andalas yang terus melalukan peningkatan mutu lulusan apoteker. Hal ini dibuktikan dari program studi yang telah terakreditasi A dan program perkuliahan yang telah diatur sedemikian rapi. Kemajuan farmasi di Indonesia juga merupakan tanggung jawab Fakultas Farmasi Unand. 

“Jangan persempit pekerjaan apoteker hanya sebatas pada bidang pelayanan kesehatan, tetapi banyak bidang pekerjaan lainnya yang juga membutuhkan tenaga apoteker”tambahnya. 

Sementara itu,  Ketua PSPA Unand, Syofyan, S.Si, M. Farm, Apt, menyebutkan  106  apoteker yang diambil sumpahnya hari ini terdiri dari 104 orang berasal dari angkatan 1 tahun 2017 dan 2 orang dari angkatan III tahun 2016.  Selain itu ia menjelaskan sistem pendidikan di PSPA Unand secara umum terbagi dua tahap yaitu tahap pendidikan di kampus selama 1 semester dan tahap praktek profesi diluar kampus selama 1 semester.  Untuk peningkatan pengetahuan mahasiswa secara rutin dilaksanakan kuliah umum dengan menghadirkan dosen tamu di kampus-kampus ternama di Indonesia juga dosen dari luar negeri yang membahas isu-isu terbaru berkaitan dengan Kefarmasian. 

PSPA Unand juga memiliki Forum Galenika yang merupakan forum diskusi minimal 1 kali sebulan yang diadakan untuk membahas isu-isu aktual (update) sesuai perkembangan IPTEK Kefarmasian termasuk masalah regulasi dan lainnya.  Selain itu, PSPA juga secara konsisten melaksanakan Pekan Aksi Promotif Kefamasian sebagai pengamalan Tridarma Perguruan Tinggi.

Ia menambahkan 106 apoteker yang telah dilantik tentunya telah mengikuti Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia dengan metode Computer Based Test (CBT). 

Sementara itu, Rektor Universitas Andalas melalui Wakil Rektor I Unand, Prof. Dr. Dachriyanus, Apt. menyampaikan selamat kepada seluruh lulusan apoteker yang baru saja dilantik dan kepada orang tua yang telah menemani serta memberikan seluruh perhatian dan cintak kasih sehingga para lulusan berada pada pencapaian saat ini.

Lebih lanjut ia menjelaskan melihat capaian akreditasi PSPA dan akreditasi Universitas Andalas yang juga telah A sudah seharusnya lulusan apoteker Unand banyak yang lulus dengan predikat pujian (cum laude). Mengingat pemerintah saat ini menyediakan jalur khusus penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk lulusan cum laude yang kuotanya 30 %. Jika lulusan Unand sedikit yang caumlaude, tentu peluang ini tidak dapat kita raih. Hal ini tentu perlu kita carikan solusinya, apakah ada yang salah dengan dosen atau mahasiswanya.

“Kepada lulusan agar dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dan mengabdikan diri untuk kemajuan kesehatan masyarakat dan bangsa Indonesia”tutupnya.

 

 

sumber : disini

11 September 2017

Padang, 11 September 2017. dalam rangka Visitasi Akreditas Fakultas Farmasi pada Program Studi Sarjana Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker tim Assesor Ibu Dr. Bondan Adityaningsih dan Dr. Rika yulia, SpFRS mengadakan kunjungan ke Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN) yang berada Jl. Jenderal Sudirman, Kota Bukittinggi dan ke Apotik Kimia Farmasi di jl. Pemuda No. 13 Bukittinggi, Sumatera Barat, Asseor melihat visite mahasiswa yang sedang melaksanakan praktek kerja profesi apoteker (PKPA) bersama Kepala ruang, dr. Alkindi bahar, SpPD dan perawat langsung ke pasien di ruang rawat inap dan kemudian melaksanakan diskusi dengan bagian pendidikan dan latihan Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN) Bukittinggi, kemudian tim assesor menghadiri acara Case study atau studi kasus dan di adakan tanya jawab dengan Mahasiswa. Untuk Kunjungan ke Apotik Kimia Farmasi Assesor juga melakukan wawancara yaitu dengan Apoteker pengelola Apotek kimia Farma, Apoteker pendamping dan dengan Mahasiswa yang sedang Praktek kerja prodi apoteker di Apotik tersebut.