Admin Farmasi

Admin Farmasi

Quis fringilla quis cursus urna sed sed velit nunc metus condimentum. Et pretium nec magna eros id commodo ligula Phasellus Curabitur wisi. Lacus elit lorem ridiculus vitae tempus eget nibh ut risus et.
21 September 2019

Padang (Hotel Pangeran Beach) Workshop ini diadakan dalam rangka peningkatan proses pembelajaran di program studi Sarjana Farmasi Universitas Andalas. Workshop metode assesment  dibuka oleh Dekan Fakultas Farmasi Universitas Andalas Prof. Dr. Fatma Sri Wahyuni, Apt. dan turut mengundang dua orang narasumber, Dr. Yosef Wijoyo, M.Si., Apt. dari Universitas Sanata Dharma dan dr. Nur Afrainin Syah, M.Med.Ed, PhD yang berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Pada sesi pertama Dr. Yosef Wijoyo, M.SI, Apt memaparkan materi mengenai metode assesment yang terdiri dari beberapa point utama, yaitu; penataan mata kuliah, cara mengaktifkan mahasiswa, desain pembelajaran, yang bertujuan  untuk tercapainya learning outcome mahasiswa agar mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan dibidang kefarmasian secara profesional dan bertanggungjawab untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Beliau juga menjelaskan karakteritik penilaian berbasis kompetensi serta kesesuain penilaian dengan CPMK dengan soal UTS / UAS.

Sesi kedua materi workshop di bawakan oleh dr. Nur Afrainin Syah, M.Med.Ed, PhD dengan topik Penilaian Rubrik, beliau menjelaskan "Rubrik Penilaian merupakan panduan asesmen yang menggambarkan kriteria yang digunakan dosen dalam menilai atau memberi tingkatan dari hasil pekerjaan mahasiswa yang memuat daftar karakteristik kemampuan yang diinginkan dari suatu unjuk kerja mahasiswa disertai dengan panduan untuk mengevaluasi masing-masing karakteristik tersebut". Setelah penyampaian materi diadakan pelatihan penulisan asesmen rubrik perunit bidang ilmu (UBI), Perwakilan masing-masing UBI menjelaskan hasil penyusunan rubrik yang mana nantinya akan diamati bersama kekurangan dan kelebihannya agar bisa dijadikan pedoman penilian di Fakultas Farmasi Universitas Andalas.

09 September 2019

 

Padang (09 September 2019, Fakultas Farmasi - UNAND), Kuliah tamu mengenai Halal Pharmaceutic, yang disampaikan lansung oleh Guru Besar International Islamic University Malaysia Prof. Dr. Irwandi Jaswir, beliau adalah pakar dan peneliti dibidang proses pembuatan produk halal yang sudah mendapatkan banyak penghargaan bergengsi salah satunya King Faisal Award dari Arabsaudi.

Kuliah tamu kali ini dihadiri oleh Mahasiswa yang ada dilingkungan Fakultas Farmasi UNAND baik mahasiswa Program Sarjana Farmasi maupun Mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker, antusias peserta sangat besar terlihat dari penuhnya ruangan kuliah tamu yang mana terdiri dari 250 tempat duduk, Acara dibuka oleh wakil dekan III Dr.(Clin Pharm), Dedy Almasdy M.Si, Apt, Selaku perwakilan Dekan, Kuliah tamu di moderatori oleh ibu Suryati, M.Si, Apt. 

Pada tahap awal perkuliahan Prof. Dr. Irwandi Jaswir menjelaskan tentang apa itu produk halal, sampai dimanakah batasan halal dari suatu produk, dan negara manakah penghasil produk bahan baku makanan halal terbesar didunia, beliau menerangkan diluarsana sangat besar sekali animo produsen negara lain yang mayoritas penduduknya non-muslim akan produk halal khusunya bahan mentah makanan dan bahan dasar kosmetik halal, para produsen dan peneliti negara luar berlomba - lomba untuk menciptakan produk-produk halal khususnya kosmetik dan bahan baku makanan seperti gelatin.

beliau juga menyampikan mengenai produk yang kita gunakan saat ini apakah benar-benar halal, karna bisa saja pada proses produksi ada bagian yang tidak sesuai dengan aturan halal yang di tetapkan oleh lembaga yang mensertifikasi halal di indonesia, menurut beliau banyak sekali produk olahan makanan yang kemunkinan menggunakan bahan baku yang tidak halal seperti gelatin yang pada umumnya terbuat dari babi, oleh karena itu beliau berpesan kepada para mahasiswa yang hadir pada kuliahtamu kali ini untuk berkontribusi dengan cara melakukan penelitian mengenai alternatih lain bahan pengganti pembuatan bahan baku makanan yang halal, seperti pembuatan gelatin bisa menggunakan rumput laut dan gelatin yang dihasilkan dari hewan lai selaian babi.

Mahasiswa juga melakukan sesi tanya jawab dengan Prof. Dr. Irwandi Jaswir, mengenai produk halal, bagai mana cara mengolah produk halal, seperti apa standar penilain halal di negara mayoritas non-muslim, dan bagaimana tindakan mahasiswa dalam hal ini sebagai calon peneliti, untuk menghasilkan produk bahan baku makanan dan kosmetik yang halal.