Admin Farmasi

Admin Farmasi

Quis fringilla quis cursus urna sed sed velit nunc metus condimentum. Et pretium nec magna eros id commodo ligula Phasellus Curabitur wisi. Lacus elit lorem ridiculus vitae tempus eget nibh ut risus et.
10 September 2018

Padang (Grand Zuri) – Workshop refresment pembuatan soal UKAI dan rapat Prodi Apoteker dalam rangka evaluasi pembelajaran metode ujian akhir Apoteker , Padang 8-9 September 2018, Grand Zuri Hotel, Alang Lawas, Padang.

Workshop dibuka oleh ketua program studi profesi apoteker UNAND, Deni Noviza, M.Si., Apt. Pada hari pertama sebelum workshop, dimulai diadakan rapat mengenai metode ujian akhir apoteker, evaluasi pembelajaran, dan evaluasi UKAI CBT. Pada rapat ini beliau "menyampaikan mengenai tinggkat kelulusan mahasiswa Prodi Apoteker Fakultas Farmasi Unand yang masih belum mencapai target yang diinginkan, dan Metode pembelajaran yang belum sesuai dengan soal ujian UKAI", Para dosen diharapkan memberikan ide dan kontribusinya mengenai hal tersebut mulai dari perubahan pola pengajaran, praktikum, dan seminar.

Pada tahap selanjutnya diadakan Workshop refresment mengenai cara-cara pembuatan soal ujian UKAI yang sesuai dengan standar penulisan soal ujian UKAI, workshop kali ini juga mengundang narasumber dan evaluator Dr. Ika Puspitasari, M.Si., Apt ketua Program Studi Profesi Apoteker Universitas Gadjah Mada beserta Dr. Teuku Nanda Saifullah Sulaiman, M.Si., Apt. Sekretaris Program Studi Profesi Apoteker Universitas Gadjah Mada. Pada hari pertama kedua narasumber memberikan penjelasan mengenai tatacara penulisan soal yang benar, Mulai dari tinggkat kesulitan soal, Kelayakan Soal, dan cara penulisan jawab pada pilihan ganda.

Para staff dosen yang hadir diperlihatkan sebuah contoh soal yang mana soal tersebut akan direview dan dijelaskan kesalahannya dan bagai mana soal itu seharusnya dibuat. Narasumber meminta staff dosen yang hadir membuat beberapa soal yang mana soal tersebut akan direview kelayakannya padahari terakhir workshop.

03 September 2018

Padang (Unand) – Pertemuan antara Pimpinan Fakultas Farmasi Universitas Andalas Dengan orangtua/wali mahasiswa baru program studi Sarjana Farmasi angkatan 2018/2019, Sabtu (1/09/2018) di Aulta Lantai 2 gedung Fakultas Farmasi Universitas Andalas Limau Manis Padang.

Forum ini bertujuan sabagai sarana silaturahmi dan diskusi antara pimpinan Fakultas Farmasi bersama orangtua mahasiswa, pada tahap awal dilakukan pengenalan portal kepada para orangtua, masing-masing orang tua diberikan akun portal yang berguna untuk melihat kegiatan anak mereka selama melakukan perkuliahan, pada portal tersebut orangtua bisa melihat kartu rencana studi (KRS), kartuhasil studi(KHS), Serta Pembayaran uang semester yang dilakukan oleh mahasiswa.

Orangtua mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan masalah mereka kepada pimpinan fakultas, diantaranya mengenai jadwal kuliah yang bentrok, perbedaan UKT yang didapatkan oleh orangtua mahasiswa, dan masa orientasi mahasiswa baru yang masihber lansung sampai sekarang.

Ketua Program Studi Sarjana Farmasi, ibu Lili Fitriani, S.Si, M.Pharm, Apt memberikan jawaban mengenai masalah yang dipertanyakan oleh para orangtua, "mengenai jadwal kuliah yang bentrok memang sering terjadi diawal perkuliahan karena padatnya jadwal yang dimiliki oleh universitas dan keterbatasan gedung yang dimiliki oleh universitas tetapi kami sudah menyusun ulang jadwal agar tidak adalagi bentrok antara jadwal kuliah satu dengan yang lainnya ujarnya".

Pertanyan mengenai UKT dan pembiayaan dijawab lansung oleh wakil Dekan II Dr. Erizal Zaini, S.Si, M.Si, Apt yang menangani urusan keuangan beliau menjelaskan "sistem pembagian UKT dihitung berdasarkan besaran gaji, jumlah tanggungan, aset yang dimiliki oleh orang tua mahasiswa, dan lainya, jadi setiap level UKT yang diterima orang tua sudah melalui pertimbangan dan perhitungan yang dilakukan oleh program tetapi jika orangtua keberatan dengan UKT yang mereka Peroleh beliau juga menyarankan paraorangtua melaporkan mengnai masalah tersebut".

Mengenai masaorientasi mahasiswa yang lama dekan fakulktas Farmasi Prof. Dr. Fatma Sri Wahyuni, S.Si, Apt. menjelaskan "bahwa masa orienttasi mahasiswa baru dilingkungan fakultas farmasi UNAND hanya berlansung selama 3 hari danselama orientasi dosen-dosen juga melakukan pengawasan untuk menhindari hal-hal yang tidak diinginkan, mengenai masa orientasi mahasiswa yang lebih dari masi yang ditentukan fakultas akan melakukan penyelidikan, jika ditemukan pelanggaran maka akan dilakukan penindakan secara tegas dan diberikan sanksi yang berlaku di Fakultas Farmasi Universitas Andalas"

Setelah mendengan penjelasan dari pihak Fakultas para orang tua juga menyampaikan rasa terimakasih mereka atas diselenggarakannya forum pertemuan ini, mereka mengapresiasi kegiatan ini dan menyarankan agar pertemuan ini dijadikan agenda tahunan demi miningkatkan keterbukaan informasi dan meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan Fakultas Farmasi Universitas Andalas. 

 

21 Agustus 2018

Padang (Unand) – Dekan Fakultas Farmasi Universitas Andalas Prof. Dr. Fatma Sri Wahyuni, Apt dikukuhkan sebagai Guru Besar Farmasi pada Senin (20/8) di Gedung Convention Hall Kampus Unand Limau Manis Padang.

Wanita kelahiran Padang Luar Bukittinggi 44 tahun lalu ini dikukuhkan sebagai guru Besar Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Andalas oleh Ketua Majelis Guru Besar Universitas Andalas Prof. Dr. Ir. Fauzan Azima, MS didampingi oleh Rektor setelah menyampaikan Orasi Ilmiah yang berjudul “Potensi Tetrapreniltoluquinon Senyawa Hasil Isolasi Dari Kulit Batang Kandis (Garcinia Cowa ROXB) Sebagai Obat Kanker Paru”

Dalam orasi tersebut ia menyampaikan penanganan kanker yang pada umumnya masih bergantung pada kemotrapi yang berasal dari bahan kimia sintetis, idealnya obat antikanker akan membunuh sel kanker tampa merusak sel yang normal.

Akan tetapi menurutnya antikanker dengan senyawa kimia sintetis tidak hanya akan mempengaruhi sel kanker tetapi juga mempengaruhi sel sehat yang ada disekitarnya.

“Sayangnya belum ada agen kemoterapi yang tersedia saat ini yang tidak menimbulkan toksisitas sama sekali terhadap pasien,” ujarnya. 

Melalui Garcinia yang merupakan salah satu genus dalam family guttifarae yang banyak ditemukan didataran rendah hutan tropis, dikatakannya genus ini banyak ditemukan senyawa xanthone, triterpene, biflavonoid dan depsidon.

Disampaikannya ekstrak alkohol dari spesies Garcinia mempunyai berbagai aktivitas biologis seperti anti inflamasi, antioxidant, antibakteri dan antikanker.

Dari hasil penelitian terdahulu terhadap beberapa spesies dari tumbuhan Garcinia, diketahui bahwa ekstrak tumbuhan Garcinia Cowa memeliki aktivitas yang potensial serta selektif menghambat pertumbuhan sel kanker paru-paru.

Disimpulkannya senyawa tetrapreniltoluquinon, senyawa antikanker yang bekerja spesifik dan dapat menghambat pertumbuhan sel kanker paru pada hewan percobaan.

Sementara itu Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA mengucapkan selamat atas dikukuhkannya Prof. Dr. Fatma Sri Wahyuni, Apt sebagai Guru Besar Farmasi.

“Dengan dikukuhkan tersebut maka akan semakin meningkatkan fungsi dan peran perguruan tinggi sebagai bagian dari masyarakat, perguruan tinggi turut memegangkan peran keberlangsungan peradaban bangsa,” ungkapnya.

Saat ini dikatakannya Universitas Andalas memiliki Guru Besar sebanyak 147 yang aktif sedangkan di fakultas farmasi sendiri sebanyak 16 orang.

Sebagai Perguruan Tinggi tidak hanya sekadar mencetak sarjana, master dan doktor melainkan juga seorang Guru Besar. “Hanya kampus yang mampu mencetak Guru Besar yang notabene disebut sebagai dosen besar,” terangnya.

kendatipun demikian diungkapkanya menjadi Guru Besar bukannlah akhir dari pencapaian karir seorang dosen tetapi justru menjadikan gelar ini sebagai spirit yang senantiasa menbangkitkan inspirasi baru guna menghadirkan karya-karya yang lebih berlian dan bermanfaat bagi khalayak umum.

Dikatakannya dengan bertambahnya Guru Besar ini patut disyukuri karena mutu dan eksistensi Universitas Andalas akan semakin kokoh. “Baru-baru ini tgl 17 agustus lalu Kemenristekdikti mengumumkan pemeringkatan seluruh PTN PTS Se Indonesia dan Alhamdulillah Universitas Andalas termasuk ke dalam 10 besar tersebut,” ujarnya.

Adapun yang menjadi indikator disebutkannya adalah SDM, penelitian, inovasi yang dihasilkan universitas. “Disinilah peran guru besar dan dosen dalam menghasilkan penelitian inovasi untuk masyarakat dan bangsa,” sambungnya.

Universitas andalas telah mengambil beberapa kebijakan dalam penelitian yaitu penelitian percepatan guru besar dan dimulai tahun sekarang yang sebelum ada penelitian riset untuk guru besar dan alokasi dana penelitian 10-15% PNBP masing-masing fakultas untuk memberikan penilitan pada dosen.

“Mudah-mudahan dengan semakin banyak penelitian akan muncul tidak hanya artikel-artikel di jurnal akreditasi internasional tetapi juga inovasi dan produk-produk yang bisa dihilirisasi dengan bekerjasama dengan dunia industri,” harapnya.

Humas dan Protokol Unand

Sumber Berita : disini

14 Agustus 2018

Padang (UNAND) Program Studi Profesi Apoteker UNAND sebagai pelopor Forum Nasional Ketua Program Studi Apoteker se - Indonesia "PSPA Indonesia Bersatupadu Meluluskan Apoteker yang Profesional dan Bermartabat" pada senin - selasa 13 - 14 Agustus 2018. 

Forum ini bertujuan sebagai sarana bagi kaprodi Apoteker se - Indonesia untuk membahas persoalan terkait program studi Apoteker, pada Fornas pertama ini mengangkat tema mengenai cara PSPA menghasilkan lulusan yang memliliki kejujran, daya saing profesionalitas dan martabat dalam bidang apoteker.

Turut mengundang Prof. Dr. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc, Apt (Dekan Fakultas Farmasi ITB)  sebagai narasumber  pada rapat fornas hari pertama beliau mengatakan "semua unsur harus terlibat dalam upaya peningkatan lulusan apoteker agar memiliki daya saing didunia kerja, dan PSPA se - Indonesia diharapkan melakukan penyamaan kurikulum agar tidak adalagi ketimpangan dalam jumlah SKS matakuliah"

Syofyan, S.Si, M.Farm, Apt selaku panitia FORNAS KAI yang pertama berharap "Agar forum nasional ini bisa menjadi acara tahunan yang digelar secara bergiliran, dan apa yang disampaikan di fornas ini dapat di aplikasikan dan tidak hanya menjadi wacana semata"