Admin Farmasi

Admin Farmasi

Quis fringilla quis cursus urna sed sed velit nunc metus condimentum. Et pretium nec magna eros id commodo ligula Phasellus Curabitur wisi. Lacus elit lorem ridiculus vitae tempus eget nibh ut risus et.
16 Maret 2015

Berkaca dari Kasus Siloam, Salah Siapa?

 

Akhir-akhir ini, berita hangat kembali mengguncangkan dunia kesehatan Indonesia. Namun kali ini, kasus tersebut bukan menyangkut kartu atau asuransi, melainkan kesalahan pemberian obat yang diberikan kepada 2 pasien di Rumah Sakit Siloam, Tangerang. Bupivacain yang diberikan dengan tujuan sebagai anastesi ternyata berisi asam traneksamat yang merupakan obat koagulan. Kedua obat ini memiliki efek yang sangat berbeda. Ada beberapa sudut pandang yang cukup menarik untuk dikaji dari kasus tersebut, mulai dari faktor obat, kesesuaian produksi, faktor rumah sakit, peran BPOM dan penyelidik, serta tentunya peran apoteker.

01 Maret 2017

Pendirian Fakultas Farmasi Universitas Andalas tidak terlepas dari sejarah panjang dan perkembangan Jurusan Farmasi yang pada mulanya berada pada Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA). FIPIA dibuka , dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 41007/Kab., tertanggal 14 Juli 1955. Pendirian ini diresmikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia pada tanggal 7 September 1955 di Bukittinggi, dengan dua Jurusan yaitu Ilmu Pasti dan Geologi. Pejabat Dekan pertama pada saat itu adalah Prof. Dr. Moh. Sjaaf.

Setelah berjalan selama lebih kurang tiga tahun kegiatan akademis FIPIA terpaksa dibekukan karena terjadi pergolakan daerah. FIPIA Universitas Andalas kembali dibuka pada tahun 1962 di Padang atas inisiatif beberapa staf pengajar Fakultas Pertanian dan Kedokteran yang dikoordinir oleh Drs. Wildan Yatim Lubis, dengan satu Jurusan yaitu Biologi. Jurusan Farmasi baru terwujud dua tahun kemudian, tepatnya tahun 1964, berkat semangat dan kerja keras Drs. Sjahriar Harun, Apt., yang pada saat itu menjabat sebagai Dekan FIPIA Universitas Andalas (periode 1964 – 1965) dengan dibantu oleh beberapa rekannya antara lain Drs. Sjahril Kudus, Drs. H. Nadir Chan, Drs. Cahyono dan Ir. Soekisno Hadikumoro. Pada periode awal (1964 – 1971) ini, Ketua Jurusan Farmasi langsung dijabat oleh Drs. Sjahriar Harun, Apt. Setelah melewati masa sulit akhirnya Jurusan Farmasi berhasil meluluskan sarjana farmasi untuk pertama kalinya pada tanggal 30 Juni 1973.

Setelah berhasil meluluskan sarjana farmasi, maka mulai dibuka Program Pendidikan Profesi Apoteker yang pengelolaannya berkerjasama dengan Kanwil Departemen Kesehatan RI Provinsi Sumatera Barat. Pada tanggal 12 Agustus 1974 Jurusan Farmasi menganugerahkan gelar Apoteker untuk pertama kalinya. Pada tahun 2000, untuk memperluas kesempatan masyarakat menimba ilmu di Jurusan Farmasi, dilakukan penambahan daya tampung dengan membuka Program Studi Non Reguler (S-1 Ekstensi) yang disahkan melalui SK Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional RI No. 89/DIKTI/Kep/2000. Dengan dibukanya program ekstensi ini, sumber daya yang dimiliki oleh Jurusan Farmasi dapat dioptimalkan. Di samping itu, seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya Dosen/Staf Pengajar, mulai tahun 2002 telah dibuka dan dimulai Program Pasca Sarjana Ilmu Farmasi (S-2). Upaya pengembangan Jurusan Farmasi menjadi Fakultas Farmasi telah dimulai sejak tahun 2007 oleh tim pengelola Jurusan.

Melalui perjuangan yang panjang dan melelahkan dengan kerjasama segenap staf, perubahannya disetujui oleh Dikti menjadi Fakultas pada tahun 2008. Perubahan status dan nama menjadi Fakultas Farmasi ini dinyatakan dalam SK Dirjend DIKTI, No.: 0940/D.2.2/2008, tgl 24 April 2008 yang ditandatangani oleh Direktur Akademik Dirjen Dikti Depdiknas. Pada tahun yang sama dikeluarkanlah SK Rektor No.: 984/III/A/Unand-2008 tanggal 2 juni 2008 tentang pembentukan Fakultas Farmasi yang langsung dipimpin oleh Prof. Dr. Dachriyanus, Apt dan Prof. Dr. Almahdy A., Apt., masing-masing sebagai Pj.Dekan dan Pj.Sekretaris.

SejarahPada tahun 2010, untuk pertama kalinya Dekan dan Sekretaris Dekan dipilih sesuai dengan Peraturan Rektor No. I tahun 2008 tanggal 17 juni 2008 Dekan dan Sekretaris Dekan terpilih masing-masing adalah Dr. Muslim Suardi, MSi., Apt., dan Prof. Deddi Prima Putra, Apt., yang diangkat dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Andalas No. 539/III/A/Unand-2010 tanggal 25 Juni 2010. Pada tanggal 25 Oktober 2011 dilakukan pemilihan Ketua Program Studi S1 Farmasi pada Fakultas Farmasi, yang sebelumnya dijabat rangkap oleh Pj. Dekan Prof. Dr Dachryanus, Apt. Maka terpilih Prof. Dr. Marlina, MS, Apt yang pada saat itu telah menjabat sebagai Ketua Bagian Akademik Fakultas Farmasi yang di angkat berdasarkan SK Rektor Nomor : 1373/XIII/A/UNAND-2011.

03 Oktober 2016

1. Program Studi Sarjana Farmasi

 Visi

 "Menjadi Program Studi Farmasi terkemuka secara nasional dan internasional yang menghasilkan alumni dengan daya saing tangguh di bidang farmasi"

  Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan kefarmasian yang bermutu dan berkompeten di bidang sains, teknologi, farmasi klinis dan komunitas.
  2. Menyelenggarakan penelitian kefarmasian yang bermutu terutama dalam bidang pengembangan bahan alam.
  3. Menerapkan hasil - hasil penelitian ke masyarakat, industri farmasi dan instansi terkait.
  4. Menjalin jaringan kerjasama yang produktif dan berkelanjutan dengan lembaga penelitian dan dunia usaha di tingkat daerah, nasional dan internasional.

 Tujuan

  1. Dihasilkannya lulusan sarjana farmasi yang memiliki integritas tinggi, berbudi luhur, kompeten dan professional dalam menjawab berbagai masalah di      bidang sains/ teknologi farmasi, farmasi klinis/ komunitas dan mampu berkompetisi pada era globalisasi.
  2. Dihasilkannya luaran penelitian di bidang farmasi yang memberikan sumbangan dalam keilmuan dan teknologi..
  3. Diterapkannya hasil-hasil penelitian farmasi untuk menjawab persoalan-persoalan masyarakat dan kesehatan pada umumnya.
  4. Terciptanya sistem tatakelola yang baik (Good Governance Practice) khususnya; di bidang perencanaan, tatakelola, evaluasi dan pengembangan berkelanjutan berasaskan transparansi, akuntabel, akurat dan efisien, dengan memanfaatkan teknologi sistem informasi.
  5. Terjalinnya hubungan kerjasama dengan berbagai pihak pemangku kepentingan terutama dalam pengembangan IPTEK dan aplikasinya untuk mendapatkan income (Revenue Generating Activity) maupun non-finansial.

 

2. Program Profesi Apoteker

Visi 

 Menjadi Program Studi Profesi Apoteker terkemuka secara nasional dan internasional yang menghasilkan apoteker yang profesional dengan daya saing yang tangguh.

Misi 

 Menyelenggarakan pendidikan profesi apoteker yang bermutu dan berkompeten sehingga menghasilkan apoteker yang profesional dan memiliki jiwa kewirausahaan.

Tujuan 

 Menghasilkan apoteker yang berkualitas, berkompeten, professional dan memiliki jiwa entrepreneur yang baik.