25 November 2021

Penerimaan Mahasiswa Baru Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Angkatan II Tahun 2021/2022.

  • Silahkan upload melalui, link google form pendaftaran mahasiswa APT angkatan II tahun 2021 (Lulusan S1 Fakultas Farmasi UNAND) : https://forms.gle/qhuCceCSebdUpDi27
  • Silahkan upload melalui, link google form pendaftaran mahasiswa APT angkatan II tahun 2021 (Lulusan S1 Diluar Fakultas Farmasi UNAND) : https://forms.gle/pYapM3R1sffii9Xn8
  • Untuk form biodata yang akan di upload silakan sesuaikan dengan template berikut : Template

 

Selengkapnya mengenai pendaftaran dapat dilihat pada lampiran dibawah ini :

 

Alur Pendaftaran : 

17 November 2021

 

Padang (Unand) - Sebanyak 85 Apoteker baru Fakultas Farmasi Universitas Andalas mengikuti sidang pengambilan sumpah/janji Apoteker Angkatan I tahun 2020 yang berlangsung secara luring, Rabu (17/11) di Gedung Convention Hall Kampus Unand Limau Manis Padang.

Pengambilan sumpah ini diambil langsung oleh Dekan Fakultas Farmasi Universitas Andalas Prof. apt. Fatma Sri Wahyuni, Ph. D mewakili Komite Farmasi Nasional (KFN) didampingi oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia diwakili oleh apt. Noffendri, S.Si disaksikan oleh Wakil Rektor I Universitas Andalas Prof. Mansyurdin, MS.

Dekan Fakultas Farmasi Universitas Andalas Prof. Dr. Fatma Sri Wahyuni, Apt menyampaikan untuk terus memainkan peran apotoker sebaik mungkin dan tunjukkan apoteker adalah profesi yang memang pantas untuk dibanggakan.

Dekan menekankan agar lulusan apoteker dapat mengaplikasikan dan mengimplementasikan semua ilmu yang sudah diperoleh untuk berkontribusi dalam pembangunan kesehatan dan ilmu kefarmasian.

Sementara itu, Prof. Mansyurdin mengucapkan selamat kepada 85 Apoteker baru angkatan I tahun 2020 yang telah menyelesaikan pendidikannya dimasa pandemik ini serta sudah dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Apoteker.

Ia juga mengungkapkan Farmasi juga sudah terakreditasi internasional ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN QA). “Sekarang bagaimana merubah status akreditasi A menjadi unggul karena PTNBH minumal 60% sudah terakreditasi A kalau mengharapkan unggul,” ujar Prof. Mansyurdin. 

Saat ini baru kedokteran dan prodi dokter yang dari A berubah menjadi unggul, tahun 2022 diharapkannya farmasi dapat berubah status menjadi akreditas unggul.

Sesuai dengan target Unand sebagai perguruan tinggi berbadan hukum yakni menyelenggarakan tridharma yang bermutu artinya penyelenggarakan pendidikan bermutu, ukurannya tidak hanya IPK dan masa studi tetapi begaimana competitiveness lulusan berhasil masuk dunia kerja dan diterima ditengah masyarakat.

Jadi sekarang Outcame Based Education (OBE) dimana capaian-capaian mahasiswa bisa bekerja atau lanjut studi kejenjang lebih tinggi serta juga bagaimana mahasiswa atau alumni berwirausaha.

Tidak hanya sampai disitu, ditambahkannya termasuk riset dari dosen bukan hanya sekadar publikasi tetapi juga bagaimana hilirisasi, sesuai dengan SOTK Unand yang baru akan direktur hilirisasi. Begitu juga dalam pengabdian masyarakat polanya juga harus diubah sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat.

Prof. Mansyurdin berpesan keberhasilan tidak hanya tergantung kemampuan berfikir tapi yang sangat dibutuhkan didunia kerja itu bagaimana nilai-nilai dasar, sikap (attitude) dilingkungan kerja. “Disamping itu juga pengembangan softskill baik intra maupun ektra personal skill,” tekannya. 

Dalam angkatan ini IPK tertinggi 3.98 diraih oleh apt Holy Amalya Ningtyas, S. Farm dan nilai UKAI CBT tertinggi 83 oleh apt Yesica Azfitri, S. Farm.(*)

Sumber : Humas dan Protokol Unand

21 Oktober 2021

Bukitinggi –Rapat Kerja Tahunan Penyususnan Program Kerja Tahun 2022 Fakultas Farmasi Universitas Andalas diadakan di hotel The Balcone 19 dan 20 Oktober 2021, kegiatan tahunana ini dilanksanaakan untuk mengevaluasi kinerja tahun lalu dan merancang kegiatan untuak tahun yang akan dating sesuai dengan hasil evaluasi tahun sebelumnya.


Acara di buka oleh dekan Fakultas Farmasi universitas Andalas, Prof. apt. Fatma Sri Wahyuni, P.hD. Kegiatan rapat kerja berlansung selama dua hari, pada hari pertama dilakakukan penjabaran program kerja oleh masing-masing bidang.

 

Penjabaran program kerja bidang 1 disampaikan oleh wakil Dekan III, Dr. apt. Salman, M.Si, beliau menjabarkan secara umum rencana kerja untuk bidang 1, yang meliputi persiapan untuk menghadapi akreditasi di tahun 2022.

Selanjutnya penjabaran rinci masing programstudi dilanjutkan oleh ketua prodi masing-masing bidang studi, yang meliputi pengajaran pada saat pandemic, peningkatan intensitas penggunaan ilearn dalam program blended learning.

 

Acara dilanjutkan dengan penjabaran program kerja bidang 2 oleh Prof. dr. apt Erizal Zaini, M.Si, Selaku Wakil Dekan II yang membawahi semua kegiatan di bidang II, pemjabaran program kerja bidang II dimulai dengan pembahaasan mengenai RKA – K/L dan dilanjutkan dengan daftar permintaan oleh masing-masing unit bidang studi yang ada di Fakultas Farmasi Universitas Andalas.

Selain permintaan dibidang akademik pemeliharan sarana-prasarana juga menjadi point penting dalam program kerja bidang 2, mulai dari renovasi gedung dan perawatan sarana-prasarana yang sudah lama digunakan, selaian itu penambahaan fasilitas penunjang juga menjadi bagian dari program kerja bidang 2 kedepannya.

 

Program Kerja bidang 3 disampaikan oleh Wakil Dekan III Dr. apt. (Clin Pharm). Dedy Almasdy, M.Si, beliua menyampaikan mengenai realisasi program kerja tahun 2021, dan merencanakan pemberian apresiasi pada mahasiswa berprestasi tidak hanya brestasi bidang akademik tetapi juga non akademik, beliau juga menambahkan tentang pemberian bantuan bagi mahasiswa kurang mampu oleh fakultas

Pada hari kedua Fakultas Farmasi  mengundang narasumber lansung dari Dirjen Anggaran tentang Strategi Perencanaan Anggaran, yang disampaikan oleh Ketua Bidang Pembina Pelaksana Anggaran I (PPA. I) Kantor Wilayah Dirjen Pembendaharaan (DJPB).


Beliau menyampaikan bagai mana cra penyusunana Annggaran yang benar apa yang boleh dan tidak boleh dibayarkan oleh bendahara, padaseksi ini beliau juga menyinggung mengenai perubahan sistem penggaran yang lama ke yang baru dari DJA Ke DJPB.