Program Studi Sarjana Farmasi Unand Gelar Kuliah Tamu tentang Precision Medicine dan Pharmacogenomics

Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Andalas (Unand) menggelar kuliah tamu bagi seluruh mahasiswa dengan tema The Future of Pharmacy: Precision Medicine and Pharmacogenomic in Clinical Practice pada Sabtu, 2 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Convention Hall Kampus Limau Manis ini diikuti oleh lebih dari 600 mahasiswa farmasi.

Kuliah tamu ini menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. dr. Mustofa, Apt., M.Kes. dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), serta Dr. dr. Gestina Aliska, Sp.FK. dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Dalam pemaparannya, Prof. dr. Mustofa, Apt., M.Kes menjelaskan perkembangan pharmacogenomics atau farmakogenomik yang diproyeksikan akan mengubah praktik kefarmasian di masa depan. Menurutnya, pendekatan pengobatan konvensional secara bertahap akan bergeser menuju precision medicine atau pengobatan presisi yang mempertimbangkan profil genetik pasien.

Ia menjelaskan bahwa di masa mendatang farmasis tidak hanya berperan dalam penyerahan obat berdasarkan resep standar, tetapi juga terlibat dalam analisis profil genetik pasien guna menentukan terapi yang lebih efektif dan aman. Selain itu, Prof. dr. Mustofa, Apt., M.Kes menekankan pentingnya integrasi ilmu bioinformatika dan biologi molekuler dalam kurikulum pendidikan farmasi untuk menghadapi perkembangan teknologi kesehatan.

Sementara itu, Dr. dr. Gestina Aliska, Sp.FK, memaparkan penerapan pengobatan presisi dari perspektif klinis di rumah sakit. Ia menjelaskan bahwa laboratorium Patologi Klinik terus berkembang dalam mendukung implementasi terapi berbasis genomik, terutama melalui deteksi polimorfisme genetik yang memengaruhi metabolisme obat.

Menurutnya, keberhasilan implementasi teknologi tersebut membutuhkan kolaborasi yang kuat antara farmasis klinis, dokter spesialis, dan spesialis patologi klinik dalam menginterpretasikan data genomik pasien untuk menghasilkan rekomendasi terapi yang tepat dan aman.

Ketua Program Studi Sarjana Farmasi Universitas Andalas dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema kuliah tamu ini diangkat sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Sesi diskusi dan tanya jawab berjalan interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa terkait perkembangan precision medicine dan penerapannya dalam praktik kefarmasian. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada para narasumber.