Fakultas Farmasi Universitas Andalas berawal dari Jurusan Farmasi yang didirikan pada tanggal 21 September 1964 di bawah Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) Universitas Andalas.
Berdirinya Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam
Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) Universitas Andalas dibuka berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 41007/Kab. tanggal 14 Juli 1955.
FIPIA diresmikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Drs. Moh. Hatta pada tanggal 7 September 1955 di Bukittinggi. Pada awalnya FIPIA terdiri dari Jurusan Ilmu Pasti dan Jurusan Geologi. Pejabat Dekan pertama adalah Prof. Dr. Moh. Sjaaf.
SK Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan RI No. 41007/Kab., 14 Juli 1955
Kegiatan Akademik Dibuka Kembali
Setelah berjalan sekitar tiga tahun, kegiatan akademik FIPIA mengalami pembekuan akibat pergolakan daerah.
Pada tahun 1962 FIPIA dibuka kembali di Padang atas inisiatif staf pengajar Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran yang dikoordinasikan oleh Drs. Wildan Yatim Lubis. Pada saat itu FIPIA hanya memiliki Jurusan Biologi.
Berdirinya Jurusan Farmasi
Jurusan Farmasi didirikan pada tanggal 21 September 1964 melalui prakarsa Drs. Sjahriar Harun, Apt., yang pada periode 1964–1965 menjabat sebagai Dekan FIPIA.
Pendirian Jurusan Farmasi dibantu oleh Drs. Sjahril Kudus, Drs. H. Nadir Chan, Drs. Cahyono, dan Ir. Soekisno Hadikumoro.
Tanggal 21 September 1964 kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Fakultas Farmasi Universitas Andalas.
Pada periode 1964–1971, Drs. Sjahriar Harun, Apt. menjabat sebagai Ketua Jurusan Farmasi.
Sarjana Farmasi dan Apoteker Pertama
Lulusan Sarjana Farmasi pertama dihasilkan pada tanggal 30 Juni 1973.
Setelah itu dibuka Pendidikan Profesi Apoteker melalui kerja sama dengan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Republik Indonesia Provinsi Sumatera Barat.
Gelar Apoteker pertama diberikan pada tanggal 12 Agustus 1974.
Program Sarjana Non Reguler
Pada tahun 2000 dibuka Program S-1 Non Reguler/Ekstensi berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.
SK Dirjen Dikti Depdiknas RI No. 89/DIKTI/Kep/2000
Program Magister Farmasi
Pada tahun 2003 dibuka Program Magister Farmasi (S2) berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.
SK Dirjen Dikti No. 1434/D/T/2003, tanggal 9 Juli 2003
Dari Jurusan Menjadi Fakultas Farmasi
Proses perubahan Jurusan Farmasi menjadi Fakultas Farmasi dimulai pada tahun 2007 ketika Prof. Dr. Dachriyanus, Apt. menjabat sebagai Ketua Jurusan dan Prof. Dr. Almahdy A, MS, Apt. sebagai Sekretaris Jurusan.
Usulan perubahan Jurusan Farmasi menjadi Fakultas Farmasi mendapat persetujuan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi pada tahun 2008.
SK Dirjen DIKTI No. 0940/D.2.2/2008, tanggal 24 April 2008
SK Rektor No. 984/III/A/Unand-2008, tanggal 2 Juni 2008
Fakultas Farmasi kemudian secara formal tercantum dalam Organisasi dan Tata Kerja Universitas Andalas berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 25 Tahun 2012 tanggal 18 April 2012.
Permendikbud No. 25 Tahun 2012, tanggal 18 April 2012
Pembangunan Gedung Fakultas Farmasi
Pada tahun 2008 diusulkan pembangunan gedung baru Fakultas Farmasi yang lebih representatif.
Pembangunan struktur gedung dimulai pada tahun 2010 di zona selatan Kampus Universitas Andalas. Pembangunan sempat terhenti dan kemudian dilanjutkan kembali pada tahun 2014.
Gedung baru Fakultas Farmasi diresmikan pada tahun 2015 oleh Rektor Universitas Andalas, Prof. Dr. Werry Darta Taifur.
Program Doktor Farmasi
Program Doktor Farmasi dibuka pada tahun 2018 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
SK Menristekdikti No. 1204/KP/I/2018, tanggal 28 Desember 2018
Pemanfaatan Gedung Fakultas
Perpindahan kegiatan Fakultas Farmasi ke gedung baru dilakukan secara bertahap.
Pada tahun 2019 gedung baru telah ditempati sepenuhnya untuk kegiatan pendidikan, penelitian, kemahasiswaan, dan administrasi.
Gedung Fakultas Farmasi dilengkapi dengan laboratorium, fasilitas ibadah, ruang perkuliahan, ruang seminar, serta fasilitas pendukung lainnya.