Padang, 18 September 2026 – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Andalas menyelenggarakan kuliah tamu dengan tema “Derap Mantab Bersama Bahan Obat” pada Jumat, 18 September 2026, pukul 09.00 WIB, bertempat di Aula Fakultas Farmasi Universitas Andalas.

Kegiatan ini menghadirkan apt. Mulyadi Sirin, S.Si., M.M., Apoteker Penanggung Jawab Pedagang Besar Farmasi Bahan Obat (APJ PBFBO) PT Tatarasa Primatama, sebagai narasumber dan dipandu oleh Dr. apt. Dira Hefni, S.Farm., M.Sc. sebagai moderator. Kehadiran praktisi yang berkecimpung langsung dalam bidang distribusi bahan obat diharapkan dapat memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai pengelolaan bahan obat dalam dunia kefarmasian.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan II Fakultas Farmasi Universitas Andalas, Prof. Dr. apt. Salman, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kegiatan akademik yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi di bidang kefarmasian sehingga mahasiswa dapat memperoleh wawasan yang lebih luas sebagai bekal dalam menjalani profesi apoteker.

Dalam pemaparannya, apt. Mulyadi Sirin, S.Si., M.M. membawakan materi bertema “Derap Mantab Bersama Bahan Obat”. Dengan latar belakang profesional sebagai APJ PBFBO PT Tatarasa Primatama, narasumber membagikan wawasan yang berkaitan dengan bahan obat serta pengalaman praktis di bidang distribusi bahan obat. Materi ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat keterkaitan antara pengetahuan kefarmasian yang diperoleh selama pendidikan dengan penerapannya di dunia kerja.

Diskusi yang dipandu oleh Dr. apt. Dira Hefni, S.Farm., M.Sc. memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam materi yang disampaikan narasumber serta mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan bahan obat dan praktik kefarmasian.

Melalui kegiatan kuliah tamu ini, Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Andalas berharap mahasiswa dapat memperluas wawasan mengenai dunia kefarmasian, khususnya terkait bahan obat dan distribusinya, sekaligus memperoleh gambaran mengenai peran dan tanggung jawab apoteker dalam bidang tersebut.