Padang, 7–8 Oktober 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Andalas dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Workshop Preseptor Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) Tahun 2026 pada Rabu–Kamis, 7–8 Oktober 2026, bertempat di Aula Fakultas Farmasi Universitas Andalas lantai 2. Kegiatan ini diikuti oleh 216 peserta dari berbagai institusi pendidikan farmasi serta fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai daerah di Indonesia.
Workshop ini bertujuan meningkatkan kompetensi preseptor dalam membimbing mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker selama menjalani Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA). Preseptor berperan penting sebagai jembatan antara pendidikan di kampus dan praktik nyata di apotek, rumah sakit, puskesmas, maupun industri farmasi, sehingga kualitas bimbingan yang diberikan sangat menentukan kesiapan calon apoteker dalam menghadapi dunia kerja.
Materi workshop disampaikan oleh lima narasumber, yaitu Prof. Surakit Nathisuwan, Dekan Faculty of Pharmacy Mahidol University, Thailand; Prof. Dr. apt. Satibi, M.Si. dari Universitas Gadjah Mada; Prof. Dr. Yandi Syukri, M.Si. dari Universitas Islam Indonesia; Prof. Dr. apt. Umi Athiyah, M.S. dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga; serta Dr. apt. Lusi Noviani, M.M. dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Peserta memperoleh pembekalan mengenai peran dan tanggung jawab preseptor, metode pembimbingan, serta penilaian kompetensi mahasiswa profesi apoteker.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai praktik pembimbingan mahasiswa di berbagai tempat praktik kefarmasian. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang memperkuat jejaring antarinstitusi pendidikan farmasi dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi Universitas Andalas berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan profesi apoteker di Indonesia, sehingga lulusan apoteker yang dihasilkan semakin kompeten, profesional, dan berintegritas.